Good Bye 2016

Assalamu’alaikum my sweet blog..

Hari ini tanggal 31 Desember 2016. Hari terakhir di tahun 2016. Banyak banget yang sudah aku lewati di tahun 2016 ini. Bahagia, sedih, susah, kecewa, dan terluka. Tapi pada akhirnya, semua itu adalah perjalanan yang aku harus lewati untuk mencari arti hidupku. Sedihnya, sampai sekarang aku masih belum juga mendapatkannya. Arti dari hidupku.

Awal tahun merupakan bulan yang paling membuatku bahagia. Aku menemukan cinta baru dari persahabatan yang sudah lama aku jalani. Aku mengikat janji dengan seseorang yang aku sayangi. Hanya sebuah janji tanpa ikatan. Hanya perasaan kita yang terikat dan berharap suatu hari nanti kita benar-benar bisa mengikatnya dalam satu ikatan abadi, pernikahan. Walaupun aku belum membicarakannya, tapi harapanku selalu tumbuh seiring dengan langkahku menemani hari-harinya. Walaupun aku akui banyak perbedaan di antara kita dan belum terikat status pasti, tapi kita saling menjaga perasaan masing-masing. Aku menyayanginya, dia menyayangiku. Buatku, itu saja sudah cukup. Dia, membuatku mengerti arti mencintai.

Persahabatan, akhirnya setelah sekian lama aku tidak pernah mempunyai sahabat akhirnya aku memiliki sahabat-sahabat itu, mereka sudah seperti keluarga baru untukku. Dalam senang dan sedih, mereka selalu mendukungku. Mereka mendengarkanku dan kadang meneriakiku saat aku salah. Aku sayang banget sama mereka. Hidupku menjadi jauuh lebih indah saat bersama mereka..

Cinta yang indah itu membuatku sangat beruntung. Walaupun saat itu kondisi ekonomiku tidak juga membaik, tapi aku bahagia dikelilingi orang-orang yang menyayangiku. Aku bahagia berada di dekat mereka. Di saat aku mulai menyadari bahwa keluargaku mungkin tidak akan sama lagi seperti dulu. Tapi semua itu juga sirna. Cinta itu mungkin tidak sekuat yang aku kira selama ini. Cinta yang mudah terkoyak oleh salah paham. Cinta yang membeku dengan sekejap mata tanpa memberiku kesempatan untuk memperbaiki semuanya. Tanpa mau memberikan kesempatan untuk bertahan, dia menghempaskanku selamanya. Tapi yang ada di dalam hati ini tetap saja tidak mau pergi atau berpindah. Aku seakan terjebak dalam jembatan cinta yang tidak berujung..

Sahabat. Mereka yang menjadi orang-orang yang kupercayai, tiba-tiba menyalahkan perbuatanku tanpa menilai situasi yang aku hadapi. Tanpa mengerti alasan di balik semua itu. Mereka ternyata tidak sebaik itu menerima kekuranganku. Mereka tidak mengerti kegelisahanku selama ini. Mereka tidak mau bertahan untuk bersabar mengerti aku. Mereka pergi begitu saja setelah menghina-hinaku di depan banyak orang. Mereka membuatku merasa menjadi manusia yang paling jahat dan bersalah. Manusia yang paling hina di dunia ini. Katanya menasehati, tapi mereka umbar keburukanku ke media sosial. Dan aku, entahlah. Aku merasa terkhianati.

Masihkah aku percaya dengan cinta dan persahabatan? Adakah yang benar-benar menyayangiku apapun kondisiku tanpa menilai seenaknya saja?

Tahun ini di kantor aku mulai menerima tanggungjawab yang lebih besar dari sebelumnya karena teman-temanku banyak yang mengajukan resign. Aku sebenarnya juga sudah tidak tahan lagi untuk tetap kerja di sana. Tapi aku gak mau egois. Demi adik-adikku, demi ibuku, aku harus tetap kerja di sana. Aku belum mendapatkan pekerjaan yang bisa membuatku berpaling dari sana. Sementara jika aku langsung mengajukan resign, belum tentu pengajuanku diterima. Dan jika aku diterima resign, aku juga belum punya cukup uang untuk bertahan berbulan-bulan mencari pekerjaan baru. Jadi, aku memutuskan untuk bertahan  walaupun sakit. Aku bertahan walaupun aku sudah tidak kuat lagi, sudah tidak mau lagi, sudah jenuh dan lelah di sana. Tapi aku bertahan. Demi mereka, orang yang sekarang menjadi tanggungjawabku. Walaupun sekarang gajiku masih kurang untuk mencukupi kebutuhan mereka, tapi aku tetap bertahan dan berdoa. Aku tahu ini hanya sementara, Allah sedang melihatku bersabar.

Ayah. Satu-satunya laki-laki yang kami andalkan, kami banggakan dan yang kami punya. Entah ke mana sekarang. Hilang, tanpa kabar. Entahlah aku harus berbuat apa menghadapi ini semua selain bersabar dan berdoa. Setelah berbulan-bulan menghilang, barulah aku tau ayahku punya banyak tanggungan di sana sini. Adikku mulai resah karena sebentar lagi masuk semester baru dan belum bayar uang kuliahnya. Ibuku juga sudah menumpuk hutang di sana-sini. Aku, berada di situasi dimana aku tidak bisa egois mementingkan perasaanku sendiri dan pergi meninggalkan kantorku. Aku harus menjadi kakak yang kuat dan tegar menahan tangis saat adik-adikku menangis menceritakan kesusahannya. Sementara aku harus menahan keras keinginan untuk menangis di dalam hati karena aku tidak sanggup memberikan apa yang mereka inginkan saat ini.

2016. Diakhiri dengan kisah tragisku. Menjadi aku yang jelek, miskin, terhina, tanpa teman, tanpa kekasih, tanpa keluarga yang utuh, tanpa keyakinan akan cinta.

2016. Menjadi awal dari perubahanku. Entah aku akan menjadi wanita yang seperti apa nantinya. Aku sudah jatuh ke dalam lubang terdalam. Aku akan menemukan wonderlandku. Sesulit apapun itu, aku harap aku tidak akan menyerah.

Cinta, persahabatan, keluarga, rejeki dan ilmu. Semuanya sudah diatur sedemikian rupa oleh Allah. Seperti aku juga yang saat ini sendirian menanti detik-detik pergantia tahun. Berbeda dengan tahun kemarin, saat Mas Wisnu masih mengajakku melihat kembang api. Tahun ini, tak ada seorangpun. Aku sendirian di kamarku.

Entahlah aku harus introspeksi macam apalagi seperti yang mereka suruh selama ini. Yang aku tau, aku selalu punya alasan selama ini atas kesalahanku. Dan aku tidak berniat melakukan kesalahan. Kalau aku melakukan kesalahan, itu semua sudah takdir Allah. Aku hanya ingin mengikuti kata hatiku saja.

Maafkan aku atas kesalahanku di tahun 2016 ini. Semuanya bukanlah kesengajaanku. Semuanya hanyalah takdir yang sudah tertuliskan. Aku menyayangi kalian semua, orang-orang yang pernah membuatku bahagia walaupun sekarangg kalian yang membuatku menderita. Tapi tenang aja, aku akan tetap menjadi aku. Alies yang akan terus tersenyum menghadapi ini semua. Terima kasih, 2016. Terima kasih semuanya yang sudah mengisi setiap hari-hariku. Terima kasih. Good bye 2016. Welcome 2017.

Semuanya akan membaik di tahun 2017, aku yakin. Yang tersisa dariku hanyalah.. HARAPAN..

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s