LOVE IS A GAME, RIGHT?

LOVE IS A GAME.

Ini adalah permainan siapa yang mati kemudian berteman kenangan atau hidup lalu tertawa dan melupakan.
Tidak ada yang bisa menebak arah kisah itu.
Terkadang aku sering disalahkan karena terlalu sayang.
Dia yang awalnya memberiku senyuman kemudian berubah menjadi pembantai yang menakutkan.
Meyakinkan untuk bertahan tapi dia juga yang menyadarkanku untuk melepaskan.
Hubungan ini terlalu rumit.
Aku berada dizona melangkah pergi namun ditahan, aku bertahan tapi diabaikan.
Kisah itu tidak seindah dulu, entah itu karena ada yang baru atau sulit melupakan masa lalu.
Sakit yang tidak berdarah namun bisa mengguncang tekanan darah. Satu persatu tenaga terkuras dengan pikiran yang meluas. Air mata mengalir deras di balik sekat dinding kamar yang menjadi rahasia terbesar. Lirik lagu bernada miris dan memaksa telinga ikut menangis dengan volume lagu yang sengaja diputar keras.
Menjahit bibir sendiri dan bermain dengan imajinasi dengan mengatakan seandainya saja kisah itu tidak berakhir sedih.
Raga yang membenci jiwa dan jiwa yang mencari sang moodboster terbaiknya.

Saat cinta kusimpan, setia kupertaruhkan dan akhirnya aku gak menyangka akhirnya dia meninggalkanku.
Di saat kata memaafkan selalu terucap dibalik kerasnya mempertahankan sebuah cinta.
Mungkin aku ga sempurna, mungkin banyak kekurangan. Kini akhirnya aku belajar menerima jika suatu saat dia hidup dengannya, meski aku terluka..
Banyak pertanyaan yang belum terpecahkan sampai akhirnya aku tertembak mati dengan jawaban yang ditunjukkan Tuhan, sempat merasa bodoh pernah berjuang, belajar ikhlas dari hubungan yang gak jelas.
Mencari kepastian namun berakhir dengan kehilangan.

Seseorang yang membunuh perasaan lama kelamaan akan membuatku mati perlahan. Memang semuanya tampak seperti sihir yang selalu menciptakan kenyamanan.
Secara fisik tidak tampak berubah namun hati bisa berubah-ubah .
Sebenarnya kita selama ini apa?
Membingungkan memang dia yang mau mengakhiri namun dia juga yang selalu bisa membuatku tersenyum dibalik sepi.
Berhenti mengatur strategi untuk mencoba bersatu kembali.
Karena bosan bisa menjadi penyebab seseorang itu pergi.
Dia yang merindu datang padaku dengan menceritakan kisah haru, lalu……
melupakanku saat hatinya sudah kembali kepada tuan yang merawatnya.
Merasa dianggap tempat pelarian namun hasrat selalu ingin dirindukan.

Sekarang aku akan mengangkat kepala agar mahkota kebahagiaan itu tidak jatuh.
Berhenti menyesalkan kisah lalu mulai menciptakan kebahagiaan baru.
Sebab kekecewaan itu akan selalu menguatkan.

Kemarin..
Aku masih memperjuangkanmu meski ini sulit. Aku harus melawan ribuan orang yang tak menyukaimu. Aku yang dengan lantang mempertahankanmu. Aku pura-pura tak mendengar apa kata yang lainnya tentangmu. Aku pura-pura tak menghiraukan apa yang mereka lihat darimu.

Tapi kamu.. Lagi-lagi membuatku harus bersabar lagi meski telah sampai batasnya.

Dan kamu harus tau..
Hari ini aku diminta melupakanmu, meninggalkanmu. Aku harus bisa membuang kenangan itu jauh dari hidupku karna mereka memang benar.
Bahwa kamu adalah kamu yang tak kan bisa berubah menjadi harapan semua orang.
Kamu akan tetap jadi dirimu yang itu. Mereka membencimu. Mereka tau kamu bukanlah yang terbaik itu. Aku diminta untuk melepaskanmu.

Lupakan saja. Atau lebih tepatnya menghilangkan rasa.

Terimakasih untukmu yang pernah ada.
Terimakasih pernah mengajarkanku cara tak ingin menyerah meski pada akhirnya aku pun menyerah.
Aku tak menyalahkanmu sepenuhnya. Aku mengaku sebagian salahku juga.
Kupikir memang tak ada yang bisa kulakukan selain mengalah.
Aku sadar bahwa bersamamu Tuhan tak suka.
Mungkin Tuhan inginkan aku pada cerita lainnya.

Bukankah kau tau aku tlah mencukupkan hatiku untukmu?
Bukan dari kemarin, tapi semenjak aku tau bukan aku yang kau mau.
Bukan berarti aku tak lagi cinta.
Hanya saja aku tiada mampu memaksa hatimu agar membentuk utuh.
Aku tlah jauh melangkahkan kakiku.
Tak lagi ingin kembali atau berbalik arah untukmu.

Sekalipun kau merasa kehilangan kini.
Lupakan saja aku sudah tak di sana.
Tak kan kau temui aku dalam keadaan yang sama.
Lupakan saja aku telah menjadi orang yang berbeda.
Bersamalah dengan siapa saja yang kau inginin sebelumnya.
Semoga Tuhan memberimu bahagia..

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s