Menjagamu Di Hatiku

Dear my sweetblog,

Hari ini hari minggu. Dari semalem rasanya hujan turun tanpa henti, dereess banget. Pagi ini aku terbangun dengan perasaan campur aduk. Lepas dari pengasingan diriku, ternyata aku masih mengingatnya. Otakku tidak bisa berhenti memikirkannya. Aku meridukannya..

Padahal di sana dia sudah melupakanku. Dia sudah menghilangkanku dari pikirannya. Kenapa aku begitu sulit? Apa karena perasaanku yang begitu besar untuknya? Mau sampai kapan perasaan ini pergi? Perasaan manusia itu mudah berubah, tapi kenapa selalu aku yang sulit berubah? Orang lain bisa dengan mudahnya mengikat hubungan dengan orang baru dan memutuskan hubungan dengan orang itu tapi kenapa aku tidak bisa?

Aku bukan orang yang mudah jatuh cinta. Aku juga bukan orang yang mudah mengatakan, aku jatuh cinta, aku benci kamu, aku sayang kamu. Aku juga bukan orang yang mudah melepaskan cinta. Bibirku berkata, aku melepaskanmu, aku pergi darimu. Tapi hati ini menggenggammu semakin kuat. Aku berusaha melupakan, tapi ternyata tidak semudah itu. Semakin kuat kumelupakanmu, semakin kamu muncul lagi dalam ingatanku. Dalam diamku, kamu ada. Apa yang harus kulakukan?

Aku mungkin memang tidak sempurna dan sering melakukan kesalahan. Tapi aku selalu ingin belajar jadi manusia yang lebih baik. Mereka selalu menilaiku sepihak tanpa mengenal diriku dan apa yang sudah aku lalui selama ini. Mereka tidak sebaik itu denganku. Baik di depan aja, di belakang selalu menusukku, menghancurkanku. Sakit banget Ya Allah..

Ada yang bilang tidak semua laki-laki seperti itu. Jujur saja, orang yang sekarang membuatku sakit adalah orang yang juga pernah mengatakan itu padaku. Awalnya aku tidak percaya. Aku bertahan dengan kesendirianku, tidak membiarkan orang lain masuk ke dalam sini. Tapi dia datang, mendobrak masuk pintu yang sudah kukunci rapat. Dia ubah kuncinya dengan yang dia bawa, cinta. Dan saat dia sudah masuk di dalam hati, aku mulai terbiasa dengannya. Tanpa aku sadari pintuku sudah berubah dan kunciku sudah berubah menjadi dia. Tiba-tiba dia menghilang, membiarkan pintuku terbuka lebar-lebar. Kosong. Hampa. Ingin kukunci lagi tapi ternyata dia yang menjadi kunci hati ini sudah merusaknya. Sementara pintu hatiku sudah rusak. Untuk memperbaikinya tidak mudah dan butuh waktu yang lama.

Kenangan itu keluar masuk dengan mudahnya di dalam hati ini. Sementara aku terus menjaga hatiku untuknya. Dia terus melupakanku. Melupakan semua yang pernah terjadi denganku. Dia membuka hatinya untuk orang lain sementara hatiku di sini rusak parah.

Tuhan, apa salahku selama ini? Apa dosaku sebesar itu? Hingga Engkau ambil semua cinta yang kupunya dan yang kubangun? Aku ingin semua kembali seperti awal lagi. Kamu mulai mengenalku dengan baik. Dan aku ingin mengenalmu juga dengan baik. Kumohon, kembalilah walaupun itu sulit buat kita berdua..

masih tertinggal bayanganmu yang telah membekas di relung hatiku/ hujan tanpa henti seolah bertanda /cinta tak disini lagi kau telah berpaling/
biarkan aku menjaga perasaan ini/ menjaga segenap cinta yang telah kau beri/ engkau pergi aku takkan pergi/ kau menjauh aku takkan jauh/ sebenarnya diriku masih mengharapkanmu/
masih adakah cahaya rindumu/ yang dulu selalu cerminkan hatimu/ aku takkan bisa menghapus dirimu/ meskipun kulihat kau kini diseberang sana/
biarkan aku menjaga perasaan ini/ menjaga segenap cinta yang telah kau beri/ engkau pergi aku takkan pergi/ kau menjauh aku takkan jauh/ sebenarnya diriku masih mengharapkanmu/
andai akhirnya kau tak juga kembali/ aku tetap sendiri menjaga hati/
biarkan aku menjaga perasaan ini/ menjaga segenap cinta yang telah kau beri/ engkau pergi aku takkan pergi/ kau menjauh aku takkan jauh/ sebenarnya diriku masih mengharapkanmu/

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s