Lelah Hati..

Dear my sweetblog,

Setelah Tuhanku.. Hanya kamu yang mau menyimpan semua keluh kesahku. Hanya kamu yang membuatku jauh lebih ringan menghadapi semua kejadian yang aku alami. Hanya kamu yang bisa membuatku sedikit lebih tenang. Hanya kamu, my sweetblog.

Aku gak bisa ngomong lagi. Semua udah terjadi. Tapi aku cuma bisa tersenyum mengingat semua kenangan itu. Indah yang pernah kita jalani bersama. Berdua selalu dalam cinta dan kemesraan. Hanya aku dan dia yang tau. Kebersamaan yang sebentar itu tapi tidak mudah dilupakan olehku.

Kuatkah aku saat melihatnya bersama yang lain seperti dia? Bisakah aku juga melupakannya seperti dia melupakanku? Pernahkah aku berharap lebih dari sekedar bersamanya? Memilikinya merupakan harapan yang terlalu tinggi. Bersamanya,, hanya itu harapanku. Terlalu tinggikah itu Tuhan sampai Engkau membawanya pergi dari kehidupanku?

Selama ini egoiskah aku? Dia menginginkan hubungan dariku tapi aku terlalu takut mengecewakannya dan mungkin takut dikecewakan olehnya. Akhirnya aku tidak kemana-kemana, membiarkannya di situ, tempat yang sama. Saat perasaan menjadi lebih dari sekedar diam, aku tetap tidak ingin mengubahnya. Mungkin inilah karmaku, salahku, egoisku. Aku ingin menjaganya tapi aku malah melukainya.

Tuhan, hanya Engkaulah yang sungguh tahu apa yang aku rasakan, apa yang selalu aku tangiskan, apa yang selama ini aku perjuangkan. Aku hanya wanita yang tidak bisa mengerti apa yang harus kulakukan lagi selain mencintainya. Selama ini berawal dari pertemanan, persahabatan, jatuh cinta dan berakhir jadi benci. Aku hanya tidak ingin mengakhirinya dengan sad ending.

Apa yang harus kulakukan saat orang yang benar-benar kusayangi malah membenciku dengan sangat? Apa yang harus kulakukan saat hatinya tertutup untukku? Apa yang harus aku lakukan jika saat itu semua terjadi aku masih berdiri di tempat yang sama? Aku yang masih sayang dia, aku yang masih cinta dia, aku yang masih ingin bersamanya.. Aku ingin merelakannya tapi tak bisakah aku mendapatkan kesempatan lagi?

Salahkah aku? Aku hanya wanita yang bisa menunggu. Aku hanya ingin menikah dengannya. Satu-satunya hubungan yang aku inginkan bersamanya. Tapi sekarang dia sudah membenciku. Salah menilaiku. Semuanya aku yang salah. Aku merusak semuanya dan aku menyesal.

Cinta. Itu yang sedang aku dan dia cari bersama. Saling tertawa, mengisi kekurangan, menerima kekurangan, dan akhirnya kita menyadari, cinta bukan hanya sekedar itu. Cinta juag memikirkan orang lain, keluarga, sahabat, teman dan lingkungan sekitar. Cinta itu melepaskan. Semakin aku mencintainya, aku harus semakin kuat melepaskannya. Dan aku akan selalu menyimpan cinta itu di sini, dalam hatiku.

Selalu menyedihkan saat menjadi orang yang ditinggalkan. Aku hanya wanita biasa yang begitu takut ditinggalkan sendirian. Bapak, ayah dan sekarang dia. Meninggalkanku sendirian. Aku harus menjadi wanita seperti apalagi Tuhan?

Kenapa begitu banyak orang yang menilaiku hanya sekilas? Kenapa tidak banyak orang yang berusaha menerimaku apa adanya? Kenapa semua terjadi tanpa bisa aku memberikan penjelasan? Kenapa harus aku yang tersakiti? Kenapa lagi-lagi aku yang menguras air mata?

Mungkin aku juga salah tapi kenapa tidak ada yang mau mendengarkan penjelasanku? Kenapa selama ini semua meninggalkanku tanpa ada penjelasan? Sepahit apapun kejujuran bagiku jauh lebih baik daripada kebohongan yang diberi pemanis. Aku selalu berusaha menjadi orang yang jujur apa adanya, tapi kenapa Tuhan semua orang selalu salah menilaiku? Haruskah aku memakai topeng agar disukai banyak orang? Haruskah aku menjadi manusia munafik agar banyak orang memujiku?

Tuhan, ijinkan aku berhenti menjadi baik. Aku sudah lelah mengalah, aku sudah lelah berjuang di jalan yang benar, aku lelah Tuhan.. Aku cuma punya hati untuknya.. Mungkin karena itu aku tidak pantas dengannya. Aku tidak punya apa-apa lagi Tuhan..

dulu saat ku siap mati untukmu/ kamu tak pernah menganggap aku hidup/ dulu saat semua ingin ku pertaruhkan/ kamu tak pernah percaya cinta sejatiku/
aku cuma punya hati/ tapi kamu mungkin tak pakai hati/
kamu berbohong aku pun percaya/ kamu lukai ku tak peduli/ coba kau pikir dimana ada cinta seperti ini/
kau tinggalkan aku ku tetap di sini/ kau dengan yang lain ku tetap setia/ tak usah tanya kenapa/ aku cuma punya hati/

Thanks to AVX

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s