Untuk Tiga Orang Terindah

Assalamualaikum my sweetblog.

Lagi-lagi aku gak bisa tidur jam segini. Susahnya lagi kalo gak bisa tidur jam segini endingnya pasti stalking. Hari ini gak tau kenapa pengen stalking facebooknya temen lama di SMA. Gak banyak yang aku stalk, cuma tiga orang aja. Dari postingan pertama sampe hari ini. Hehe..

Jujur aja, tiga orang ini bukanlah orang-orang yang pernah deket sekali sama aku. Malah bisa dibilang, mungkin aku cuma angin aja diingatan mereka. Aku tak berarti banyak. Cuma pemeran pendukung aja di cerita hidupnya mereka.

Sejak dulu aku udah kagum banget sama mereka bertiga. Bisa dibilang karena kenal mereka aku jadi pengen punya anak-anak cowok yang baik, sholeh, pintar, dan sayang sama ortunya seperti mereka. Cowok-cowok yang luar biasa buatku dan walaupun aku cuma mengenal mereka sebatas teman sekelas dan stalking di social media mereka, aku selalu mendoakan mereka dalam hatiku.

Mereka bertiga pernah menjadi the special one buatku selama SMA. Tapi karena emang aku susah banget ngutarain perasaanku, sampai sekarang aku selalu menyimpan perasaan itu rapat-rapat. Aku tidak menjauh, aku tidak menghindar, tapii aku minder sama mereka. Yaaa.. Mereka cowok yang luar biasa, punya masa depan cerah dan layak mendapatkan perempuan terbaik buat mereka.

Sementara aku apa? Aku cuma perempuan superbiasa. Tidak sebanding dengan mereka. Justru karena mereka, aku melakukan banyak perubahan besar. Tapi tetap saja aku tertinggal di belakang mereka. Mereka bertiga berasal dari keluarga baik-baik yang terpandang, orangtua mereka juga pastinya mau mendapatkan mantu yang terbaik juga. Aku sadari itu dan aku mengerti.

Dari mereka bertiga aku belajar tentang menerima kenyataan. Kenyataan bahwa cinta adalah perasaan bahagia saat kita melihat orang yang kita cintai juga bahagia walaupun tanpa ada kehadiran kita. Dari mereka bertiga aku belajar melepaskan seseorang karena cinta. Yaa dulu aku selalu melepaskan kesempatan untuk bisa lebih dekat dengan mereka. Kenapa? Karena aku sadar, mereka bisa lebih bahagia jika tanpa mengenalku. Dari mereka bertiga aku belajar mengikhlaskan seseorang. Yaa, aku memang pernah jatuh cinta sama tiga orang itu. Tapi dengan waktu, alasan dan cara yang berbeda. Pada akhirnya mereka memilih bersama dengan wanita yang lebih baik dariku tentu saja dan lebih dekat dengan mereka dibandingkan aku yang seorang pengecut. Aku memang pengecut. Aku memilih menutupi perasaanku sendiri, menghindari mereka dan mengikhlaskan mereka bersama yang lain.

Sekarang aku melihat mereka bertiga. Sudah dewasa, sukses dan punya masa depan yang cerah. Aku di sini ikut bahagia bersama mereka. Kadang hati ini ikut berdoa, Allah bisakah salah satu dari mereka itu menjadi jodohku? Pantaskah aku menjadi jodoh mereka Ya Allah? Sungguh hanya Engkau yang Maha Membolakbalikkan perasaan manusia. Kupasrahkan semua perasaanku ini hanya kepadaMu.

Buat kalian bertiga, semoga kalian bisa jadi laki-laki yang sukses dunia akhirat, dapat hidup dengan bahagia, mendapatkan pasangan yang sesuai dengan kalian, dan semoga kalian suatu hari nanti juga bisa melihat kesuksesanku seperti aku melihat kalian saat ini. Aku bahagia kalau kalian juga bahagia. Tetaplah rendah hati, jangan lupakan orangtua kalian yang selama ini selalu mendukung kalian. Semoga doa ini bisa terjalin di langit dan disampaikan ke kalian bertiga.

Terimakasih Ya Allah, telah Kau hadirkan mereka di hidupku walaupun cuma sebentar. 3 tahun. Andai aku bisa mengucapkan terimakasih secara langsung kepada mereka bertiga. Andai aku bisa…

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s