(Lagi-Lagi) Menikah?

Assalamualaikum my sweet blog. How are you?

Udah lama banget gak posting yaa.. Mungkin karena memang hasrat untuk menulis terkalahkan dengan kelelahan karena rutinitas. Tapi jujur aja, memang tempat curhat yang paling asyik itu di blog. Kita bisa bebas mau ngeluarin uneg-uneg tanpa ada yang membatasi pemikiran kita.

Well, kali ini aku mau curhat soal menikah. Umurku sekarang udah 22 tahun dan mulai banyak teman seumuranku yang menikah di usia ini. Agak sedih memang menyadari bakalan banyak teman yang berubah menjadi istri orang lain saat kita masih mau menikmati menjadi lajang.

Berawal dari dua teman kantorku yang secara mendadak mau resign karena mereka menikah dan harus tinggal bareng suami mereka di desa. Satu sisi aku bahagia banget karena mereka bisa menikah, tapi satu sisi lagi aku merasa kehilangan, terutama kehilangan teman seperti Kartini.

Kartini udah seperti adikku sendiri. Paling deket sama aku selama ini, sering banget aku ajakin jalan bareng, sering banget jadi temen curhatku masalah ini itu, dan yang paling bikin terharu, dia selualu menolong aku di saat aku butuh. Pada akhirnya, aku bener-bener bisa mempunyai teman dekat di kantor. Kantor bakalan sepi tanpa ada dia, hatiku juga. Karena walaupun ada pacar, tapi tetap tidak ada yang menggantikan posisi sahabat di hati.

Yosi Septi juga mau married tanggal 25 Agustus besok. Setelah tiba-tiba ngasi surprise ke aku, Maec, Mifta dan Rizza karena bilang mau dilamar, kita dapat kabar mengejutkan lagi kalau mau nikah. Cepet bangeet yaa.. pikir kita. Sempet ada negatif thinking di antara kita berempat. Tapi aku gak percaya Yosi seperti itu. I know her so well hhaha.. Daan lagi-lagi setelah kita konfirmasi ke yang bersangkutan, ternyata emang dari pihak cowok yang pengen cepet-cepet nikah. Sama seperti Kartini dan Nova.

Kalau Kartini disuruh cepet nikah alasannya karena mereka udah lama pacaran dan kasihan sama ortunya Kartini yang udah tua. Kalau Nova disuruh cepet nikah soalnya calon suaminya udah berumur 29 tahun. Nah, kalau Yosi ini disuruh cepet nikah karena permintaan dari calon suaminya yg pengen cepet menikah padahal umurnya juga masih 23 tahun.

Are you jealous, Lies? Dalam hati, sejujurnya aku bilang iya. Aku juga pengen segera menikah. Tapi aku berusaha rasional aja menanggapi ini semua. Aku introspeksi diri. Apa aku sudah bener-bener siap membangun kehidupan baru bersama laki-laki pilihanku seumur hidupku? Dan aku melihat dalam diriku, aku belum siap.

Terlalu banyak yang harus kupersiapkan, terlalu banyak yang masih kukejar. Aku masih mau menikmati hidup sendirian. Nanti Insya Allah umur 25 tahun aku mulai siap menikah. Menikah bukan masalah cepet-cepetan atau siapa yang lebih dulu menikah tapi siapa yang lebih lama mempertahankan pernikahan. Lebih dari itu juga, menikah itu soal bagaimana membangun pernikahan yang bahagia. Aku gak mau gegabah memilih calon pasangan. Gak mau juga menikah dengan mental yang belum siap.

Ada yang bilang, saat kita sedang memperbaiki diri, jodoh kita juga sedang memperbaiki diri. Dan saat kita bersabar menunggu, Allah juga sudah mempersiapkan yang terbaik buat kita. Jujur aja, orang-orang terdekatku udah mulai banyak yang menikah. Walaupun emang sebagian besar dari mereka pake duit ortu dan mertua mereka.

Aku punya prinsipku sendiri. Suatu hari nanti saat aku menikah, semuanya menggunakan uangku bersama suamiku. Aku gak mau sedikitpun ortuku atau mertuaku ikut ngeluarin biaya pernikahan. Aku juga gak mau semua biaya ditanggung suamiku. Biaya pernikahan, biaya postwedding, biaya honeymoon, dan semua biaya-biaya dalam pernikahan kami Insya Allah kami kelola sendiri. Makanya aku juga berharap mendapatkan calon suami yang pinter nabung dan mengelola keuangan yang punya kesamaan pemikiran dan prinsip denganku.

Menikah buatku bukan cuma buat status, apalagi untuk menyalurkan hasrat seks secara halal. Menikah buatku lebih serius lagi untuk menyempurnakan sebagian imanku, menyelamatkan harga diri perempuan, membentuk generasi penerus yang lebih berkualitas, dan sebagai sarana untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah.

Salut buat mereka yang sanggup menikah di usia muda. Semoga langgeng sampai kakek nenek. Semoga bahagia dunia akhirat. Semoga diberikan keturunan yang terbaik. Semoga menjadi keluarga yang sakinah, mawaddah, warrahmah. Allahuma Aamiin..

Buatku dan kalian yang juga mempunyai masalah yang sama denganku, gak boleh menyerah saat melihat kenyataan kalau ternyata masih belum siap untuk menikah. Terus dan terus memperbaiki diri. Insya Allah sudah ada jodoh terbaik yang menunggu kita. Jangan menikah karena ikut-ikutan teman yang menikah. Jangan menikah karena nafsu, menikahlah dengan niat beribadah kepada Allah. Jangan menikah karena umur, menikahlah saat benar-g sudah siap menjalani pernikahan. Jangan menikah karena sudah menyerah dengan pilihan yang ada, menikahlah dengan pilihanmu yang terbaik. Jangan menikah karena harta, karena harta dapat dicari saat sudah menikah. Allah akan memudahkan rejeki bagi mereka yang sudah menikah.

Sampai sini dulu curhatanku tentang menikah. Lain kali aku posting lagi yaaa.. Thank you buat yang udah baca my sweet blog. Jangan kapok buat mampir lagi yaa.. See you next post. 😊😊

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s