I Hope You Know

Assalamualaikum my sweet blog..

Aku udah lupa ini sabtu ke berapa saat aku mulai pakai baju hitam ke kantor. Dulu jarang banget pakai baju warna hitam. Sekarang aku pakai baju hitam tiap hari Sabtu saat suasana hatiku sedang buruk atau saat aku sedih. Bukan karena orang lain sih.. Lebih karena aku mengasihani diriku sendiri. Iyaa aku..

Aku yang tidak pernah bisa mengakuinya. Aku yang selalu berusaha menolak mentah-mentah perasaan yang masuk ke dalam hati. Aku yang setiap hari harus menikam dengan keras perasaan itu agar tidak tumbuh membesar dan menguasai otakku. Perasaan yang seharusnya tidak pernah ada di dalam hidupku. Aku yang menyedihkan ini hanya bisa memendamnya lagi dan lagi, terus dan terus sementara setiap harinya perasaan itu memekar semakin indah.

Apa yang harus aku lakukan? Apa yang harus aku katakan lagi? Apa?

Semudah itu dia mengatakan cinta ke orang lain, sementara aku harus menahan dan menahan perasaan yang tumbuh semakin lama semakin indah di dalam hatiku. Aku cuma sanggup mendekap bayangannya di malam-malam sebelum tidurku. Atau memeluk mesra senyumannya yang bukan untukku itu di setiap bangun pagiku, menjadikannya semangat untuk menatap hari.

Kenapa aku terlahir sebagai perempuan yang hanya bisa menunggu? Saat aku mulai melangkah, dia sudah berlari meninggalkanku jauh di belakang. Hanya bisa menatap punggungnya dan berdoa semoga suatu hari di sanalah tempatku bersandar saat aku lelah.

Apa dia juga rasakan hal yang sama? Apakah dia juga menyimpan rasa itu semua? Aku tidak tahu. Aku tidak bisa membaca pikirannya, hatinya bahkan membaca senyumannya. Andai dia tahu di balik sikapku selama ini tersimpan cinta yang tidak mudah diungkapkan, mungkinkah dia akan berpaling mendatangiku? Mungkinkah saat itu akan datang?

Kenapa harus dia yang aku sayangi sementara ada jutaan ribu manusia di Indonesia ini? Kenapa mataku hanya bisa menatapmu? Kenapa hanya sentuhanmu yang kuharapkan? Kenapa jiwa ini, tubuh ini menginginkanmu? Aku bisa apa? Aku hanya bisa memendamnya sendirian. Dalam keheningan. Dalam dinginnya sikapku selama ini. Menutupi semua rasa. Semoga kamu mengerti.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s