Good Bye My First Love

Everyone can see/ There’s a change in me/ The all say I’m not the same/ Kid I used to be
Don’t go out and play/ I’ll just dream all day/ They don’t know what’s wrong with me/ And I’m too shy to say
Reff: It’s my first love/ What I’m dreaming of/ When I go to bed/ When I lay my head upon my pillow/ Don’t know what to do
My First love/ He thinks that I’m too young/ He doesn’t even know/ Wish that I could show him what I’m feeling/ Coz I’m feeling my first love
Mirror on the wall/ Does he care at all?/ Will he ever notice me?/ Could he ever fall?
Tell me Teddy Bear/ Why love is so unfair?/ Will I ever find a way?/ And answer to my pray? (First Love-Nikka Costa)

Hari ini aku udah bener-bener gak bisa menahan lagi perasaanku. Perasaan yang bertahun-tahun aku simpan sendiri, tak pernah berani mengungkapkan ke dia. Semua orang yang pernah menjadi temanku saat SMP tau betapa besar rasa cintaku ke dia. Dia cinta pertamaku. Aku mengingatnya dengan sangat jelas.

Aku masih kelas 1 SMP, terlalu kecil untuk mengenal kata cinta atau pacaran. Aku cuma berfokus pada sekolahku dan persahabatanku. Waktu itu semua berjalan tanpa diduga. Satu takdir mempertemukanku dengannya. Karena bola basket. Dia menyelamatkanku dari bola basket yang hampir saja membuatku pingsan karena kena kepalaku. Sejak itulah aku mengenal sosok pria lain selain ayah yang mau melindungiku.

Aku gak sempat mengatakan apapun, terpanah dengan senyuman manisnya dan wajahnya yang tampan. Setelah dia memastikan aku baik-baik saja dan aku cuma bisa menganggukkan kepalaku, dia kembali bermain basket dengan teman-temannya. Saat itulah aku menyadari debaran jantungku yang semakin kencang dan kencang tiap kali melihatnya tersenyum, aku sudah jatuh cinta pada pandangan pertama.

Hari-hari berikutnya aku mencoba mencari tahu sesuatu tentang dia. Namanya, hobbynya, nomer teleponnya, rumahnya, kebiasaannya, dll. Aku tahu semuanya tentang dia dulu. Bahkan sampai saat inipun aku masih mengingat dengan jelas namanya. Wajarlah dia menjadi cinta pertamaku. Dia yang membuatku mengenal bahasa Inggris, dia yang membuatku menyukai basket (walaupun aku tidak bisa bermain basket), dia yang begitu ramah denganku yang jelek ini (entah dia masih mengingatku atau tidak sekarang), dia yang begitu pintar dan dewasa. Dia yang lulusan teknik industri ITS, sekarang bekerja di perusahaan asing di Indonesia.

Dan minggu kemarin aku mendapatkan kabar kalau dia akan menikah. Beruntung sekali perempuan yang mendapatkan dia. Harusnya aku bahagia saat mendengar dia bersama wanita yang dicintainya, tapi kata temanku dia menikah bukan karena cinta tapi karena bisnis. Demi kelancaran bisnis keluarganya. Aku jadi sedih tapi aku cuma bisa mengharapkan semoga kehidupan rumah tangganya akan selalu indah nanti.

Well, good bye my first love. I always love you. Semoga di dunia paralel, kita berjodoh. Aku mengikhlaskanmu, aku mendoakanmu, aku melepasmu. Semoga kau bahagia menempuh hidup baru. Kita memang beda dunia. Aku tidak pantas mendampingimu, bahkan untuk mengatakan aku cinta kamu secara langsung aja aku tidak pantas. Tapi biarlah, dikatakan atau tidak itu tetaplah cinta. Selamat tinggal cinta pertamaku, kak Satrio.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s