Pemenang Sejati. .

Assalamu’ alaikum semuanyaaa.. Selamat pagii… 🙂

Hari ini lagi pengen posting sebelum berangkat kerja. Setelah kemarin gak sempat posting apa-apa karena laptop dibawa adik ke sekolahnya. Lhaa kok kebetulan ada postingan Tere Liye yang menginspirasi aku buat nulis pikiranku sendiri. Well, postingan Tere Liye di facebook itu tentang Mc Cain yang kalah saat pemilu dari Obama, tapi dia menelpon sendiri Obama dan mengucapkan selamat. Menurutku siih itu ksatria banget yaaa.. Sportif lhaa.. Memang dalam suatu pertandingan atau persaingan pasti akan ada yang kalah atau menang. Kadang pemenang sejati itu orang yang menerima apapun hasil yang didapatkan saat pertandingan atau persaingan itu. Oke, postingan ini bukan soal copras capres lhoo yaaa.. Tapi soal masa laluku.. Jadi ceritanya aku mau nostalgia sedikit sekaligus ‘narsis’.

Jadi 3 tahun yang lalu, aku lupa tanggal berapa yang pasti. Bulan September seingatku. Aku ngelihat status facebooknya Nyonyo berubah berpacaran dengan SHE. Itu terjadi setelah aku juga udah pacaran sama Mas Wisnu siih.. Harusnya aku kan udah gak ada rasa sama Nyonyo, tapi pas pagi itu aku ngelihat perubahan statusnya, hatiku terasa sakiiit banget. Mungkin aku sebenarnya masih cinta sama Nyonyo. Cinta yang tak bisa diungkapkan secara nyata, hanya dalam doa dan tulisan basi dalam blog.

Dalam hatiku berbisik, akhirnya aku tahu semua akan menjadi seperti hari ini. Nyonyo bakalan jadian sama SHE. Mungkin ini saatnya aku benar-benar harus melepaskan dan mengikhlaskan perasaan ini. Akhirnya aku ambil hapeku dan mencari nomer hape SHE. Syukurlah aku masih menyimpan nomernya. Hehehe

Aku kirimkan SMS buat dia. Aku ngucapin selamat karena dia yang berhasil ngedapetin Nyonyo. Aku bilang SHE beruntung banget dapat cowok seperti Nyonyo. Dan aku doain semoga hubungan mereka bahagia dan langgeng. Aku juga sempat mengakui ke SHE kalau aku suka sama Nyonyo. Tapi aku sadar, bukan aku yang dipilih sama Nyonyo.

Setelah aku kirimkan SMS ke SHE, dia balas dengan kalimat yang tersusun rapi, seakan sudah tercopy paste. Yaaah gak apa-apa lhaa.. Mungkin dia shock dengan pengakuanku itu. Dan setelah kejadian itu perlahan aku mulai bisa fokus sama Mas Wisnu dan mulai lupa sama Nyonyo. Sampai sekarang aku tetap ikhlas Nyonyo sama SHE, asalkan Nyonyo selalu bahagia. Karena aku cinta sama Nyonyo jadi aku gak mau dia tersakiti sama orang lain.

Susah sebenarnya buat mengakui kekalahan, sumpah sakitnya itu nyeseeekk banget di dada. Tapi saat aku bisa ngelakuin itu semua, aku malah jadi lebih lega. Dan aku merasa akulah pemenang sesungguhnya dalam percintaan ini. Karena hakikat mencintai itu adalah melepaskan. Semakin kita mencintai seseorang atau sesuatu, semakin kita harus siap melepaskannya. Dan aku  merasa akulah pemenang sejati dari kisah percintaan ini walaupun endingnya aku tidak bersama dia. Aku akan bahagia demi dia.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s