Aku, Dirimu, Dirinya. .

Assalamu’alaikum semuanyaaa…

Ada yang bilang kalau cinta harus bersama. Ada juga yang bilang kalau cinta tidak harus bersama. Itu semua bisa jadi pilihan masing-masing orang. Tapi menurutku, yang terpenting dari cinta itu bersama atau tidaknya kita dengan orang yang kita cinta, tapi apakah dia bahagia saat bersama kita atau dia lebih bahagia saat tidak bersama kita. Bagiku itu yang terpenting.

Aku belajar merelakan dia agar dia bisa jauh lebih bahgia daripada saat dia bersamaku. Tapi saat aku tahu dia malah lebih tersiksa bersama pilihannya yang lain, aku bisa apa? Aku tidak bisa merebutnya lagi. Aku membiarkannya dengan siksaan itu. Apa itu artinya aku sudah tidak mencintainya lagi? Bukan! Jujur, hatiku ikut sakit mendengar dia terkekang dengan hubungannya yang sekarang.

Apa keputusanku membiarkan dia memilih yang lain itu salah? Apakah tindakanku membiarkan dia mengira aku tidak memiliki rasa untukknya itu salah? Apakah hatinya sakit saat aku mengacuhkannya? Kenapa aku tidak bisa membaca pikirannya? Kenapa aku hanya bisa mengira-ngira lewat tatapan matanya? Kenapa aku tidak bisa tidur karena memikirkannya? Apakah dia juga merasakan hal yang sama denganku? Kapan semua pertanyaan ini akan terjawab?

Aku letih dengan ketidakjelasan ini. Tapi menurut sebagian orang, kisah ini sudah terlalu jelas. Aku yang terlalu berimajinasi dia mencintaiku. Dia tidak pernah mencintaiku. Aku tetap mencintainya. Kisah cinta bertepuk sebelah tangan, cinta sendiri. Aku yang tidak terlalu peka dengan perasaannya. Dia yang tidak bisa mengutarakan isi hatinya. Aku yang tidak pernah bisa mendekatinya. Dia yang terlalu takut memikirkan gengsi. Kisah cinta tapi gengsi, cinta yang terpendam, cinta yang tidak pernah ada titik temunya. Yang mana yang sebenarnya terjadi antara aku, dirimu dan dirinya?

Aku tidak bisa menebak pikiranmu karena aku cuma manusia biasa. Aku bukanlah dukun. Bisakah kita bertemu berdua dan membicarakan hal ini? Tapi apakah itu mungkin terjadi di antara kita? Apakah perasaanku ini sia-sia,hanya harapan kosongku? Jujur, aku benar-benar berharap semua menjadi jelas. Entah kapan kejelasan itu datang, aku harap secepatnya.

NP: Kahitna- Aku, Dirimu, Dirinya

Tak ada yang harus kita sesali/Semua indah yang pernah kita alami//
Meskipun terbatas dan tak mungkin terikat janji abadi//
Aku dirimu dirinya tak akan pernah mengerti tentang suratan//
Aku dirimu dirinya tak resah bila sadari cinta takkan salah//
Andai waktu bisa kita putar kembali jalinan cerita mungkin tak begini//
Meskipun terbatas saling pandang dan tak akan lebih lagi//

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s