Prestasi Tak Harus dengan ANGKA!!

Happy weekend all!!
Siang hari ini lagi males banget ke luar rumah buat hang out. Berhubung ada paketan internet yaudah deh. nyapa-nyapa blogku tersayang ini. Sebenarnya ada uneg-uneg yang sedang nyangkut di hatiku niih.. Bingung aja mau ceritain ke mana karena gak semua orang bisa ngertiin perasaanku.

Oke, semua berawal dari (lagi-lagi) facebook. Beberapa hari kemarin sempat liat status salah satu temanku pas SMA. Dia posting fotonya yang terpilih jadi finalis Cak Ning Surabaya 2014. Banyak banget yang ngasih semangat dan ucapan selamat ke dia. Dia minta dukungan lewat sms buat jadiin dia juara favorit. Bahkan kalau aku baca-baca komentar teman-temannya, ada yang bilang dia berprestasi banget karena mengharumkan nama kampusnya.

Aku jujur aja gak kaget kalau dia ikut ajang pemilihan seperti itu. Dia memang cakep, pintar (karena bisa masuk ke kampus negeri di Surabaya), gak heran kalau dia bisa jadi finalis. Cuma aku jadi heran. Apa dengan ajang seperti itu termasuk prestasi? Apalagi yang ingin dia buktikan? Apa dengan ikut ajang seperti itu dia terbukti menjadi orang yang pintar, cakep dan (secara kebetulan) mengenal kebudayaan Surabaya?

Aku jadi teringat komentar teman-temanku saat aku (yang juga kebetulan) bisa masuk koran Jawa Pos di halaman For Her karena aku mewakili komunitasku, Komunitas Peduli dan Pecinta Kereta Api yang notabene anggotanya cowok tapi ternyata ada juga cewek yang aktif. Temenku dengan nada mengejek bilang, “Ah yang bener Lies kamu masuk koran? Di rubrik apa? Kriminal? Emang kamu menang lomba apa kok bisa masuk koran?” Aku langsung sedih lhaaa.. Masa gak ada yang nyangka aku bisa masuk koran. Di rubrik yang menginspirasi kaum perempuan pula.

Dari dua peristiwa yang nyata itu aku jadi berpikir. Prestasi itu sebenarnya apa? Apa prestasi itu hanya berdasarkan sebuah angka misalnya nilai tertinggi UNAS atau pemenang lomba foto dengan ‘like’ terbanyak? Atau prestasi itu berdasarkan perubahan besar  yang terjadi karena apa yang pernah kita berikan untuk orang lain? Aku rasa dua-duanya tidak ada yang salah.

Cuma aku punya pemikiran tersendiri. Belajar dari sekelopak bunga melati yang tidak butuh mempunyai kaki atau tangan untuk menunjukkan ke manusia bahwa dirinya wangi dan indah. Dengan sendirinya wangi bunga itu menarik orang lain untuk memandang keindahannya. Manusia juga haruslah seperti itu. Tanpa mempublikasikan ke mana-mana bahwa dirinya ‘indah’, suatu hari nanti keindahan itu akan muncul dengan sendirinya bahkan tanpa dia menyadarinya. Merendahkan diri itu perbuatan terpuji, malah akan dibalas Allah dengan yang jauh lebih baik.

Menurutku lagi, adalah sebuah prestasi jika ada seseorang yang tanpa pamrih melakukan kebaikan di sekitarnya. Dia melakukan segala sesuatu berdasarkan kejujuran, kerendahan hati dan niat yang tulus. Percuma lhaa seseorang dapat nilai tertinggi tapi dia melakukan dengan segala kecurangan. Percuma juga seseorang itu memenangkan perlombaan yang hanya menonjolkan fisik dan prestasi akademi tanpa memperhatikan sumbangsih apa yang dia lakukan untuk sekitarnya, apa dia seorang yang jujur, suka menolong dalam kebaikan ataukah dia seseorang yang mempunyai prinsip hidup yang baik.

Suatu hari nanti, saat aku sudah mempunyai anak yang masih kecil, aku akan memberikan pemahaman yang baik untuk dia. Aku akan berusaha memberikan pemahaman bahwa prestasi tidak hanya dilihat dari angka. Dia tidak butuh nilai bagus untuk mendapatkan penghormatanku sebagai orangtuanya tapi mendapatkan nilai dengan kejujuran apapun hasilnya akan selalu mendapatkan pengakuan terhormat dariku sebagai orangtuanya. Aku tidak mau menjadi orangtua yang mengukur kecerdasan anakku hanya dari nilai, angka. Tapi aku juga akan membuatnya memiliki nilai lebih, Seorang anak yang penyabar, tidak sombong, jujur, penuh sopan santun dan yang pasti peduli dengan oranglain.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s