Bersama Tidak Harus Sama

Assalamualaikum..Selamat malam dan selamat beristirahat semuanya..

Aku mau cerita sedikit niiih tentang pengamatanku. Sering sekali di antara kita saat menyukai seseorang dan ingin menarik perhatian orang itu dengan cara menjadi sama dengannya. Hahh??? Oke, aku perjelas. Contohnya niih salah satu temanku kebetulan suka sama cowok yang suka musik dangdut. Naah, temenku ini yang awalnya kurang suka dengan musik dangdut mendadak jadi suka musik dangdut. Alasannya biar nyambung sama cowok incerannya padahal belum tentu kan?

Ada juga yang lucu. Salah satu temenku diam-diam suka sama temen satu tempat kerja. Nah kebetulan, temen satu kantor ini baru aja beli kaus kaki baru. Gara-gara belinya kekecilan, jadilah dia bahan ketawaan satu kantor. Temenku yang suka sama dia awalnya tidak pernah sekalipun pakai kaus kaki. Nah, sejak kejadian itu temenku tiba-tiba pakai kaus kaki ke kantor.Entahlah, apa yang dipikirkan temenku itu. Mungkin temenku berharap dia jadi merhatiin karena sama-sama pakai kaus kaki. Padahaaal, helloooo itu cuma kaus kaki. Gak mungkin deh cowok prhatian sama hal-hal detail seperti itu kecuali kalau benda itu keliatan di depan mata cowok itu.

Nah, dari berbagai kejadian di atas aku jadi berpikir. Apa memang kita perlu menjadi sama untuk bersama? Apa itu yang dicari? Apa dalam suatu hubungan harus banyak kesamaan?

Menurut pendapat pribadiku, suatu hubungan memang harus memiliki kesamaan. Tapi kesamaan di sini yaitu kesamaan tujuan, visi dan misi dalam menjalani hidup berdua. Tapi kalau semua hal harus sama, well kayaknya mending situ bersatu aja deh sama cermin. Ada hal-hal yang harusnya menjadi keunikan satu dengan yang lain. Bukannya itu yang akhirnya menjadi daya tarik lawan jenis?

Ambil contoh aja, aku suka membaca buku tapi pacarku tidak terlalu suka. Dia support aku dengan nemenin aku ke toko buku atau ke perpustakaan. Cowokku suka hunting foto kereta api sementara aku gak, aku support dia dengan nemenin hunting foto. Aku suka nonton film, dia support aku dengan nemenin beli kaset dvd film atau nonton bioskop bareng (walaupun itu jarang banget). Dia suka nonton sepakbola, aku support dengan nemenin dia nonton bareng di stadion atau di rumah. Tapi jangan salah paham, bukan berarti aku selalu mau nemenin dia. Kadang kala aku males, aku kasih kesempatan dia buat ngelakuin hal yang dia suka sendirian tanpa aku. Begitu juga dia.

Kadang kita saling bertukar pikiran tentang kesukaan masing-masing. Aku cerita tentang isi buku atau film. Dia cerita tentang pengalaman selama hunting atau sepak bola. Walaupun kita sebenarnya sama-sama gak ngerti satu sama lain, tapi karena kita punya keinginan sama buat mengenal satu sama lain dan ingin menambah wawasan, akhirnya nyambung-nyambung aja tuuh. Jadi kesamaan kita itu yaaa sama-sama ingin bersama walau apapun yang ada di dalam pasangan masing-masing.

Sering banget aku ngeliat pasangan yang nyama-nyamain satu sama lain. Yang satu suka baju biru, satunya jadi suka baju biru. Yag satu suka kopi, yang satunya jadi ikut suka kopi. Biar couple gitu! Padahal kalau seperti itu sama aja menyiksa satu sama lain. Samaan boleh saja, asal tidak ada yang merasa tersiksa. Inget film Me vs High Heels kan? Duuh, tuh cewek yang aslinya tomboi bela-belain jadi cewek femenin berHigh Hells biar cowok incerannya suka sama dia. Padahal, cowok itu gak ada rasa sama sekali. Nyesek banget kan?

Jadi saranku buat yang sedang suka sama seseorang, yang sedang berusaha menarik perhatian orang itu, JADILAH DIRI SENDIRI. Karena buat apa kita disukai seseorang tapi sebenernya yang disukai orang itu bukan kita. Yang disukai orang itu orang lain yang kita tiru. Pada akhirnya saat menjalani hubungan jadi tidak nyaman sama sekali. Saling memakai kedok, saling menutupi kesenangan masing-masing. Gak asyik banget kan?

Tapi kalau gak gitu, dia gak bakalan ngelirik aku dong? Halaaaah.. Udah sabar aja. Relain orang itu. Dia tidak pantas buatmu. Karena dia tidak bisa menyukai dirimu apa adanya. Benar bukan? Cinta tidak harus bersama karena cinta tidak harus dua arah. Satu arahpun kalau itu tulus tetep aja dibilang cinta, suka. Pernah dengar kan kalimat sama tidak harus bersama, tidak sama bukan berarti tidak bisa bersama. Cintai dirimu sendiri maka orang yang mencintai dirimu akan muncul dengan sendirinya. Tinggal buka mata, buka hati dan buka pertemanan lebar-lebar. Buat yang sudah punya pasangan, stop deh menipu diri sendiri dan pasangan dengan berpura-pura jadi orang lain. Capek tauk!! Enakan jadi diri sendiri. Oke, segitu aja deh. Semoga masih bisa ketemu di postingan berikutnya. See you..

 

Iklan

One thought on “Bersama Tidak Harus Sama

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s