Nostalgia Hari Sabtu

Selamat pagi hari Sabtu.. Semoga hari ini indah.. Aamiin..

Hampir tiga tahun aku meninggalkann bangku SMA. Teman-temanku mungkin ada yang sukses menjalani masa kuliahnya, sukses di pekerjaannya, dan mungkin malah mulai merintis jadi pengusaha. Aku masihlah aku. Seorang perempuan pembosan yang masih ingin menambah pengalaman hidup. Di mana kaki melangkah, di situlah aku mencoba bertahan. Tapi pagi ini, entah mengapa aku merindukan saat-saat SMA yang sedikit ‘menyebalkan’ sekaligus ‘menyenangkan’.

Menyebalkan di sini adalah saat aku belajar menjadi pemain drama. Di tempat manapun aku memainkan peran yang bukan aku. Saat aku sedih, aku mainkan peran ceria. Saking cerianya, sampai-sampai semua teman sekelas bilang aku aneh bin lebay. Saat aku benar-benar senang, aku cuma duduk diam seakan tidak pernah terjadi sesuatu. Begitu diamnya sampai dia tidak tahu betapa senangnya aku setelah mengucapkan selamat ulangtahun sambil menyalaminya sebelum dia pulang sekolah di kolam ikan depan ruang kepala sekolah. Aku hanya diam, sementara dadaku bergetar karena senangnya, akhirnya aku berani mengucapkan selamat ulangtahun untuk terakhir kalinya saat kita akan berpisah. Walaupun dia tidak pernah peduli dengan ulang tahunku, aku tidak apa-apa. Aku mainkan peran lagi di sini. Menjadi gunung es. Tau kan gunusng es? Yang sebagian besar tubuhnya tertutup es atau ada di dalam air, sementara orang lain hanya bsa melihat sedikit bongkahan puncaknya di atas permukaan laut.

Menyenangkan di sini adalah saat aku berhasil menunjukkan aku perempuan yang berbeda di kelas. Aku tidak pernah peduli dengan nilai. Masa bodoh deh aku dapat empat atau tiga, yang penting aku tidak mencontek. Padahal aku selalu sebangku dengan dia (orang lain selain dia yang di paragraf atas) yang pintar, baik hati dan tidak pelit buat ngasih contekan. Kalau teman yang lain pasti udah dengan senang hati deh nyontek ke dia. Tapi aku dengan cueknya ngerjain soal-soal itu sendirian. Amazing!! Padahal kalau ngomongin fisika, kimia atau matematika aku udah pasrah. Entahlah, rasanya senang sekali menyadari kalau aku orang dengan pemikiran yang berbeda. Saat yang lain lari-lari di kelas, ngobrol-ngobrol di luar kelas, bahkan ada yang ngerjain tugas saat istirahat, aku simpel aja, lari ke perpustakaan atau ngeluarin buku bacaan buat dibaca. Tentunya bukan buku fisikaa, kimia atau biologi lho…

Tapi masa SMA adalah masa yang menyedihkan buatku. Siapa yang tidak sedih melihat dia (orang yang aku sukai) belajar ngerjakan soal sama temen sekelasmu di depan kelas dimana seluruh anak di kelas bisa melihat dengan jelas? Jujur saja, aku mencoba tidak peduli hal itu, aku masih suka dia. Aku memilih melindungi perasaanku dengan berjalan menjauhi kelas, berlari menahan tangis menuju ke perpustakaan. Apa ada yang peduli? Nobody’s care it. Hahahaa.. Tragis kan? Bahkan teman sebangkuku yang deket sama aku aja tidak pernah ngerti. Ada lagi, saat perjalanan ke Bali untuk perpisahan kelas, kebetulan aku satu bus sama dia. Apa ada yang melihat takdir di sini? No. Just me! Aku seneng banget walaupun kenyataannya dia selalu duduk di belakang dan tidak mungkin aku selalu menoleh ke arahnya. Tapi aku tahu ada dia di sana. Semula semua menyenangkan sampai akhirnya teman-teman yang lain mulai mendekatkan dia dengan teman sekelasku yang itu. Oke lah, mereka memang cocok. Tapi apa ada yang tahu di situ ada hati yang tersakiti terang-terangan? Nobody’s know it.

Well, tidak masalah lha dia mau deket sama siapa, dia suka sama siapa, dia memilih siapa. Yang pasti, aku memilih peranku sendiri. Menjadi pengagum rahasia yang memiliki cinta dalam hati. Dan aku baik-baik saja apapun yang terjadi sama aku. Aku tetap bahagia. Sampai saat ini. Semoga dia juga bahagia. Karena kalau dia tidak bahagia, mungkin itulah saatnya dia menyesal. Menyesal karena tidak pernah menyadari perasaanku.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s