Aku Harus Bersabar

There’s a song that’s inside of my soul/It’s the one that I’ve tried to write over and over again/ I’m awake in the infinite cold/But You sing to me over and over and over again// So I lay my head back down/And I lift my hands and pray to be only Yours/ I pray to be only Yours/I know now you’re my only hope// Sing to me the song of the stars/ Of Your galaxy dancing and laughing
and laughing again/ When it feels like my dreams are so far/ Sing to me of the plans that You have for me over again// So I lay my head back down/ And I lift my hands and pray/ To be only yours/ I pray to be only yours/I know now you’re my only hope// I give You my destiny/ I’m giving You all of me/ I want Your symphony/ Singing in all that I am/ At the top of my lungs I’m giving it back// (Only Hope- Mandy Moore)

Selamat malam blogku tersayang. Entah aku harus curhat ke siapa lagi.. Rasanya masih saja ada yang mengganjal hati dan pikiranku. Lucu ya? Di luar sana banyak orang yang menimbun harta bertumpuk-tumpuk, bingung mencari cara menghabiskannya, dan tidak pernah takut hartanya habis. Sementara di sini, di satu pojokkan warnet sederhana, seorang remaja perempuan 20 tahun berpikir bagaimana cara mencari uang. Bukan untuk konsumsi atau hura-hura. Tapi untuk membayar pendidikannya yang sudah menunggu berbulan-bulan untuk dibayar. Bahkan remaja ini sudah mengikhlaskan untuk melepas pendidikannya kalau saja bukan karena tidak tega melihat orangtuanya kecewa.

Berhari-hari remaja ini hidup dalam pelecehan orang-orang. Entah karena mereka sudah merasa memiliki pendidikan tinggi sehingga meremehkan pengetahuan yang dimiliki remaja ini. Dan remaja perempuan ini hanya bisa menerima dengan perasaan sesak. Yaa.. Dia sangat ingin bebas. Bebas mencari ilmu yang dia mau, bebas mengeluarkan pikirannya tanpa ada orang lain yang meremehkan karena dia tidak memiliki catatan pendidikan yang sesuai. Tapi hey, siapa yang tahu berapa banyak buku yang dihabiskannya berhari-hari? Belum lagi berapa banyak waktu yang diluangkannya untuk menonton berita di televisi.

Kecewa, pasti. Sangat. Remaja perempuan ini sebenarnya orang yang sangat ambisius sekali jika sudah menemukan tujuan hidupnya. Tapi seringkali takdir mengerem langkahnya agar tidak berlari terlalu cepat. Dan perlahan tujuan-tujuan hidup yang dia miliki menguap terbentur realita hidup yang harus dia jalani. Dia bukan anak konglomerat yang bisa sekaligus mengambil 2 major di perguruan tinggi. Padahal jika saja ada yang mau membiayainya, jangankan 2 jurusan, dia bahkan mau mengambil 3 jurusan sekaligus. Ekonomi & Bisnis, Politik dan Hukum. Tujuan hidupnya cuma satu. Dia ingin mengubah Indonesia menjadi lebih baik lagi. Tapi harapan itu masih ada di sudut hatinya yang paling dalam. Harapan bahwa suatu hari nanti dia akan sanggup mengubah hidupnya mnejadi lebih baik.

Kan ada beasiswa? Kalau memang dia pantas mendapatkan bantuan pasti dia bisa lha mendapatkan beasiswa dari pemerintah seperti anak-anak yang lain. Si remaja perempuan ini tertawa. Apa yang berhak mendapatkan beasiswa hanya orang-orang yang pintar, cerdas dan memiliki nilai akademi bagus? Sementara ada orang yang ingin sekali belajar, belajar dan belajar dengan tenang tanpa memikirkan uang. Hey, dalam hidup selalu diharuskan memilih salah satu untuk dijadikan prioritas. Uang atau ilmu.

Dan ternyata hidup juga yang mengantarkan si remaja perempuan ini memilih UANG. Konsentrasi belajarnya selalu pecah jika dia teringat berapa uang yang dibutuhkan untuk terus belajar, berapa banyak uang yang dibutuhkannya untuk membantu kehidupan orangtuanya, berapa banyak uang yang dibutuhkan untuk mencukupi kehausannya akan membaca buku. Kenapa tidak ada orang kaya yang bingung menghabiskan uang yang mau memberikan kesempatan kepadanya untuk terus belajar dan belajar? Hatinya sedih setiap memikirkan hal ini. Tidur tidak nyenyak, terbangun setiap malam untuk sholat. Tapi ternyata keajaiban itu belumlah datang.

Haii kalian yang beruntung menikmati pendidikan saat membaca tulisan ini. Rasanya aku ingin sekali seperti kalian. Fokus pada tujuan hidup. Fokus pada apa yang disenangi. Tapi mungkin skenario yang dituliskan Tuhan berbeda. Mungkin ini yang terbaik untukku. Aku harus bertahan. Aku harus bersabar. Ada saatnya aku jatuh tapi hanya kepada Allah aku mengencangkan peganganku. Entah apa yang akan aku lewati setelah ini. Aku harap hidupku akan jauh lebih membaik atau mungkin segera saja cabut nyawaku. Aku bosan dengan dunia yang semu ini. Ya Allah Ya Rahman Ya Rahim Ya Alim.. Berikan aku kekuatan menghadapi permasalahan yang kujalani. Berikan petunjuk dan jalanmu yang lurus. Berikan aku keikhlasan dalam menjalani hidup ini. Semua kuserahkan kepadaMu, hanya padaMu Ya Allah Ya Karim..

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s