Hai Selamat Bertemu Lagi

Hai selamat bertemu lagi.. Aku sudah lama menghindarimu.. Sialku lah kau ada di sini
Sungguh tak mudah bagiku.. Rasanya tak ingin bernafas lagi.. Tegak berdiri di depanmu kini
Sakitnya menusuki jantung ini.. Melawan cinta yang ada di hati
Dan upayaku tahu diri tak selamanya berhasil.. Pabila kau muncul terus begini.. Tanpa pernah kita bisa bersama.. Pergilah, menghilang sajalah lagi
Bye selamat berpisah lagi.. Meski masih ingin memandangimu.. Lebih baik kau tiada di sini
Sungguh tak mudah bagiku.. Menghentikan segala khayalan gila.. Jika kau ada dan ku cuma bisa.. Meradang menjadi yang di sisimu.. Membenci nasibku yang tak berubah.. (Maudy Ayunda- Tahu Diri)

Saat itu aku tahu kamu pasti akan datang. Datang dengannya. Dan aku juga datang dengan kekasihku. Aku cuma bisa memandangmu dari jauh. Tak ingin lebih  dekat lagi. Aku takut, aku ingin memilikimu lagi. Walaupun itu hal mustahil. Entah bagaimana kabarmu sekarang. Tapi kulihat kamu sepertinya dalam kondisi sangat baik. Aku cukup lega.

Aku percaya tidak ada kebetulan di dunia ini. Semua sudah menjadi skenario dari Allah kalau aku akan bertemu denganmu. Lagi. Aku hanya sanggup menahap degup jantung saat tidak sengaja mata kita bertemu sepersekian detik. Entahlah apa yang kau lihat saat itu. Aku harap kamu tidak memperhatikanku yang sedang bicara dengan kekasihku. Berusaha bersikap biasa di hadapan banyak orang. Kalau saja kamu tahu betapa kaki ini rasanya ingin segera lari dari tempat itu.

Satu hal yang aku lebih herankan lagi. Kenapa harus kamu yang memakai baju itu? Kenapa kamu punya baju itu? Baju yang sama dengan baju kekasihku yang sangat aku suka. Saat dia memakai baju itu dia terlihat tampan. Begitu pula kamu. Kenapa harus kamu? Padahal aku meminta kekasihku memakainya tapi dia tidak memakainya karena bajunya belum dicuci. Kenapa harus kamu yang memenuhi semua inginku di malam itu? Entahlah. Ini sudah menjadi skenario untuk kita.

Hey, pacarmu itu. Kulihat dia seperti benci melihatku. Kenapa? Padahal aku senang melihatnya, melihatmu juga pastinya yang berada di sampingnya. Aku seperti terjebak di dalam duniaku sendiri. Mencoba tersenyum dan tertawa dengan kekasihku padahal sudut mataku berharap menemukanmu.

Sungguh beruntungnya aku memiliki kekasih seperti dia. Dia tahu aku gelisah. Dia tau aku masih berharap padamu. Dia tahu aku memikirkanmu. Lagi. Dan lagi. Sejak detik itu di malam itu. Tapi dia percaya perasaanku ini hanya sebentar, Dia menghiburku. Dia berkata bahwa mungkin kamu lah yang menyesal menolakku dulu dan memilih pacarmu itu. Kau lihat, aku punya pria yang jauh lebih baik darimu. Walaupun jika menatap matamu, dia menghilang dari pikiranku.

Mungkin aku yang bodoh. Mengapa sejak malam itu aku masih terbayang oleh senyumanmu yang bahkan bukan buatku? Aku yang ternyata masih peduli padamu. Perasaan yang irrasional!! Racun!! Kenapa harus kamu? Lagi? Dan aku memutuskan untuk segera menjauhimu. Semakin banyak oksigen yang kuhirup bersamamu, aku semakin tahu aku akan terus dan terus terhubung denganmu. Entah jaring apa yang menyatukan kita. Mungkin takdir.

Selamat tinggal hey kamu. Dan mungkin selamat bertemu lagi. Suatu saat nanti. Aku tau, dari perasaanku, mungkin kamu juga memikirkanku walaupun sebentar. Kalaupun tidak memikirkanku, tidak apa-apa. Aku cukup senang pernah menjadi sedikit bagian cerita dalam hidupmu. Terimakasih.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s