Sepertinya Dia Sedang Krisis Identitas

Assalamu’alaikum wr. wb my sweet blog.. ūüôā

Judulnya sadis ya? Siapa juga yang mau mengalami krisis identitas atau krisis jati diri. Rasanya seperti terjepit di ruang hampa yang hanya kita sendiri yang berada di ruang itu. Oke, sebaiknya aku sedikit menceritakan pengamatanku di facebook, dimana orang-orang begitu ingin dikenal orang lain dan kita dapat belajar banyak karakter manusia dari facebook. ūüôā

Ada seorang teman dekat semasa SD. Bukannya sombong, tapi waktu SD jika dibandingkan aku secara fisik maupun prestasi, masih lebih ‘super’ aku. Jadi ceritanya, waktu SD aku sering banget ikut lomba seperti lomba cerdas cermat, lomba aritmatika, lomba baca puisi, lomba pidato, lomba drama bahasa inggris, lomba bahasa jawa, lomba menari, lomba PBB dan lomba senam SKJ. Lengkap banget kan? Nah waktu jaman SD itu bisa dibilang aku memang aktif dan ‘bersinar dengan cemerlang’. Setiap ada lomba, aku selalu diikutkan. Soal peringkat kelas, gak pernah tuh lewat dari peringkat 3.

Nah, secara fisik aku juga lumayan menarik. Badanku kurus berisi, rambutku hitam lurus panjang, muka bersih, kulit sawo matang tapi tidak gosong. Kata adik kelas dan kakak kelasku, aku cukup ramah dan sopan. Gak jarang ada yang diam-diam suka aku waktu SD. Aku ingat banget punya teman sekelas yang suka sama aku dan belain masuk SMP yang sama tapi aku malah masuk SMP yang lain. Ada juga adik kelas yang pernah ‘katakan cinta’ di depan kelasku sambil teriak-teriak manggil namaku sampai aku takut keluar kelas. Intinya, bisa dibilang aku keren banget waktu itu! Hahaha ūüėÄ

Nah teman dekatku ini kebalikan dariku. Dia selalu jadi peringkat 4 tidak pernah bisa masuk 3 besar. Badannya agak gemuk, kulitnya coklat agak kusam hitam, rambutnya keriting, mukanya tembem, dan dia pendek. Dia selalu jalan di sampingku seperti asisten, tapi dia bukan asistenku. Lamaaaa banget setelah kelulusan SD, aku ketemu temanku ini lagi lewat facebook. Dia berubah banget!

Dia ngelurusin rambut, mutihin badan dan sok tampil ala model dengan baju-baju seksi. Itu aku lihat di foto-foto yang dia upload. Belum lagi dia ikut eksis menjadi admin di beberapa fanspage boyband yang lagi hits. Dan lebih parahnya lagi, dia dengan pedenya mengakui kalau mirip sama Selena Gomez dengan majang foto-foto Selena dan fotonya yang dimirip-miripkan. Ada juga fotonya dan pacarnya yang dimirip-miripkan sama pasangan personil salah satu boyband. Asli PARAH!! Dia seperti bukan temanku dulu. Menurutku dia sedang mengalami krisis identitas.

Sekarang udah ngerti kan arah pembicaraanku. Aku merasa umur 20 tahun itu bukan saatnya mencari identitas lagi. Nah sekarang kita coba cari tahu apa itu krisis identitas.  Menurut Kamus Bahasa Indonesia (Pusat Bahasa, Depdiknas, Jakarta, 2008), arti kata identitas itu adalah: ciri-ciri atau keadaan khusus seseorang atau suatu benda; jatidiri.  Menurut http://imron46.blogspot.com/2012/07/krisis-identitas.html

¬† ¬† ¬†Krisis identitas¬†bukan bermakna orang yang tidak mengenal namanya, tetapi orang yang lupa fungsi dan perannya,¬†krisis identitas¬†muncul sebagai efek atau dampak seseorang yang mengalami degradasi¬†konsep diri, konsep diri¬†terkikis oleh kritik, terkikis oleh berbagai komentar negatif, terkikis oleh masukan dan saran yang terkesan bagus, terkesan melenakan tetapi sebenarnya merusak¬†konsep diri. ”¬†DIRIMU ADALAH APA YANG KAMU PIKIRKAN”, semakin lunak pemikiran kita terhadap diri, semakin kecil upaya kita untuk meningkatkan kapasitas diri, banyak keraguan, banyak ketidakpercayaan yang akhirnya mengikis kepercayaan diri.
¬† ¬† ¬†Konsep diri¬†bukan hasil penggabungan beberapa bumbu rempah – rempah dan bahan – bahan masakan,konsep diri¬†adalah akumulasi pengalaman hidup, akumulasi strategi menangani dan mengatasi masalah, akumulasi perenungan ” WHO AM I?”.¬†Konsep diri¬†adalah pengenalan diri secara mendalam berdasar analisis mendasar siapa sejatinya kita. Mengenal kelebihan dan kelemahan orang lain adalah hal yang mudah dibandingkan kita mengenal kelemahan dan kelebihan kita.¬†Krisis identitas¬†membuat penderitanya menjadi seorang peragu, seorang yang harus menunggu instruksi orang lain untuk melakukan apa yang seharusnya dilakukan.¬†Krisis identitas¬†membuat seseorang mengandalkan orang lain untuk melakukan segala hal, kehilangan kemandirian dalam banyak aspek kehidupan.
¬† ¬† Kehidupan berjalan dengan sangat keras, berjalan dengan kejam dan tidak memberi kesempatan atau ampunan kepada orang – orang yang merasa kalah, orang – orang yang mundur sebelum bertarung, kehidupan hanya mengajarkan satu hal ”¬†FIGHT OR FLIGHT“, Jika menghadapi permasalahan kehidupan,¬†HADAPI¬†atauLARI?.¬†Melarikan diri dari masalah bukan sebuah solusi tetapi sebuah ketakutan menghadapi kerasnya kehidupan, ketakutan jika gagal mengantisipasi.
     Setiap insan dilahirkan dengan naluri survival, naluri bertahan hidup, akan hidup seadanya atau hidup seperti yang diimpikannya, impian setiap orang juga beragam dan bermacam Рmacam. Jangan pernah menganggap remeh impian orang lain karena suatu saat anda hanya akan bengong dan terkagum Рkagum ketika orang tersebut sudah mencapai keinginannya. Sebesar apapun impian anda, sebesar apapun pencapaian anda saat ini, jangan pernah meragukan orang lain bahwa kelak mereka juga akan menggenggam impiannya.
      Krisis identitas bermula dari gap antara harapan dan realita, jika harapan terlalu tinggi dan realita terlalu rendah maka seseorang akan ragu dengan kemampuan dirinya, akan ragu dengan semua kelebihannya, akan ragu dengan semua potensi yang dia miliki. Krisis identitas sering diistilahkan oleh anak gaul dengan GALAU, dibutuhkan sebuah strategi menangani dan mengatasi galau, dibutuhkan sebuah kekuatan mental dan kekuatan fisik untuk mengatasi galau.
     Harapan atau impian yang terlalu tinggi memang baik tetapi lebih baik lagi memiliki impian berjenjang ( menjadi yang terbaik dikelas, menjadi terbaik di nasional, menjadi terbaik di internasional). Impian berjenjang atau bertahap membuat gap antara realita dan harapan tidak terlalu besar, kesenjangan antara realita dan harapan sangat pendek sehingga upaya keras untuk mencapainya juga lebih sistematis dan berjenjang, ketika pencapaian berjalan sistematis seperti menaiki anak tangga maka bukan mustahil apapun yang diimpikan akan tercapai.
Nahh, berarti udah jelas toh kalau temanku ini memang sedang mengalami krisis identitas yang tidak disadarinya walaupun mungkin masih stadium awal. Tapi dipikir-pikir lagi ya, jika satu orang yang mengalami krisis identitas ini saja sudah seperti orang asing, bagaimana jika yang mengalami krisis identitas itu orang banyak dan itu terjadi di Indonesia??
Orang-orang lupa dengan jati dirinya sendiri dan cenderung meniru seseorang yang terkenal walaupun orang itu tidak layak ditiru. Bisa dibaca juga artikel ini http://sosbud.kompasiana.com/2012/01/05/bangsa-indonesia-semakin-krisis-identitas-427519.html
Yang pasti, dengan berbagai peristiwa di sekitarku, aku semakin ‘melek mata’. Tak perlulah aku menjadi orang lain untuk disenangi orang-orang karena jika itu berhasil maka aku yang salah. Tapi jika dengan menjadi diriku sendiri aku jadi tidak disenangi orang lain, mungkin orang lain itu yang salah. Tidak ada yang salah dengan diriku yang sekarang walaupun di masa lalu aku ‘bersinar’ dan sekarang meredup. Tapi tak apalah, mungkin aku sedang menyimpan cahayaku untuk menyinarkan lebih banyak sinar lagi nanti. Aku bangga dengan diriku sekarang apapun yang terjadi dan siapapun yang menilaiku aku tidak peduli. Karena aku tidak mau kehilangan identitasku dengan menjadi orang lain. ūüėÄ
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s