Kembali Nol (Lagi) dengan Senyuman

Assalamu’alaikum my blog..

Hari ini dengan sedih aku harus menerima kenyataan pahit. Tapi setidaknya, salah satu cara untuk mengurangi rasa sedih ini adalah dengan berteman dengan kesedihan itu sendiri. Hmm.. Maksudnya bukan dengan berlarut-larut dalam kesedihan itu, tapi berusaha menerima setiap butir kesedihan dengan hati ikhlas. Kemudian aku ubah kesedihan itu menjadi salah satu kenyataan hidup yang memang harus aku lalui untuk mencapai semua impianku.

Well, akhirnya setelah melewati begitu banyak peristiwa yang mengubah cara pandangku, caraku bersikap, aku benar-benar menentukan apa yang nanti menjadi cita-cita dan mimpiku. Aku ingin menjadi seorang guru. Yaa.. Guru Bahasa Indonesia, tentu saja. 🙂
Karena aku begitu menyukai bahasa Indonesia dan aku begitu ingin setiap anak yang lahir di Indonesia bisa menyukai bahasa Indonesia seperti aku. Harus kuakui aku dulu terkenal ‘alay’, maklum masih remaja yang labil. Tapi semakin bertambah umur, aku semakin memahami bahwa bahasa menunjukkan suatu budaya sebuah negara. Negara yang memiliki bahasa nasionalnya sendiri tentu memiliki kedaulatan. Itu yang akan aku pertahankan sebagai guru Bahasa Indonesia. Aku ingin mempertahankan kedaulatan berbahasa Indonesia di negeri ini walaupun begitu banyak bahasa lain yang ‘berceceran’ dan begitu digemari. Aku tidak mau bahasa Indonesia ini punah atau malah menjadi aneh karena banyak orang yang tidak mengenalnya dengan baik.

Setelah itu, aku akan membangun sedikit demi sedikit sebuah perpustakaan yang gratis 24 jam. Aku suka sekali berada di tempat yang begitu banyak buku, dengan suasana yang tenang dan teduh. Mungkin nanti saat aku sudah mempunyai banyak rejeki, aku akan membuat perpustakaan dengan taman yang banyak pohon di sampingnya dan semua orang boleh meminjam buku kapanpun juga. Aku ingin membudayakan membaca untuk para generasi penerus bangsa ini. Aku ingin setiap anak yang ingin membaca buku tidak harus mengurungkan niatnya membaca karena harga bukunya mahal. Aku ingin mereka bebas membaca apapun yang mereka mau.

Aku akan mencoba menjadi seorang penulis buku. Buku yang isinya memang harus mereka baca dan bukan yang mereka ingin baca. Aku akan mengungkapkan semua fakta kehidupan yang pernah kualami dalam buku itu. Nanti kalau sudah diterbitkan, aku akan membaginya gratis di sekolah-sekolah, kampus, atau panti asuhan.

Sesuai dengan judul postinganku kali ini, mengapa aku menulis kembali nol (lagi), karena lagi-lagi aku harus mengikhlaskan apa yang sudah aku jalani sekarang. Aku harus mengikhlaskan kuliahku berhenti karena tidak sanggup membayar. Aku harus mengikhlaskan berhenti kerja karena kontrakku habis padahal aku seneng banget kerja di sini. Dan aku harus mengikhlaskan masa remajaku yang harusnya bisa bersenang-senang melihat berbagai peristiwa menyenangkan di luar sana. Menghabiskan masa remajaku dengan bekerja, bekerja dan bekerja.

Banyak temanku bilang aku beruntung karena sudah merasakan dunia kerja sementara mereka masih mengalami ketidakjelasan karir karena masih kuliah. Heyy, aku juga sama. Aku cuma lulusan SMA dan yang aku jalani juga masih belum ada kejelasan. Tapi aku percaya, walaupun aku berjalan paling lambat diantara mereka, aku pasti sampai di tujuan akhir cita-citaku. Ada sebuah kalimat di film yang membuka mataku. “Orang yang berjalan lebih pelan itu lebih beruntung daripada orang yang berlari. Mereka dapat melihat lebih seksama yang ada di sekitarnya dan mengambil pelajaran penting jauh lebih banyak daripada orang yang berlari.”

Aku tidak akan menyerah walaupun aku harus kembali dari nol lagi. Aku akan terus semangat. Aku bukan orang yang lemah dan aku tahu Allah Swt sedang mengujiku karena begitu menyayangiku. Aku orang yang begitu beruntung karena memiliki kesempatan ini. Ya Allah Ya Robbi, berikan aku kekuatan untuk meraih semua impianku yang sepertinya terlihat mustahil ini. Tunjukan jalan yang benar agar aku dapat meraihnya walaupun aku terjatuh lagi dan lagi. 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s