Prihatin Tingkat Tinggi

Wow keren!! Presiden kita yg terhormat minta maaf ke Singapura tapi tidak minta maaf ke rakyatnya sendiri padahal banyak warga Indonesia yg jadi korban kebakaran. Singapura itu baru kena ASAP udah tidak karuan, harusnya prihatin dgn kecelakaan ini, selama ini kan juga dapet ‘sumbangan’ oksigen dari Indonesia.
Pertanyaan: Haruskah Presiden ikut minta maaf atas peristiwa ‘kecil’ ini yg sebenarnya cukup diwakilkan Menteri Luar Negeri? Apakah yang ada di balik ini semua?
Akhir kata, sebagai pemimpin haruslah mendahulukan rakyatnya. Bukan pendapat ‘orang asing’. Rakyatmu itu sesamamu. Perlakukan mereka dengan benar dan baik. Kecuali jika ‘orang asing’ itu sesamamu dan rakyat itu orang asing buatmu.
Saran: Ayoo rek cepet tiru pemimpinmu! Cepet rusak Indonesia terus kita pindah ke luar negeri.

“Perhatian, saran hanya bagian dari sindiran, tidak perlu dicontoh.”

Postingan kali ini berasal dari salah satu status facebook saya. Di mana saya sangat tidak tahan untuk menulis tapi belum sempat datang ke warnet. Maklum saya belum punya laptop. Di sini saya ingin menunjukkan kprihatinan saya.

Pertama, kepada Presiden saya yang terhormat. Saya sangat prihatin sekali melihat tindakan Bapak yang menunjukkan seakan-akan negara kita melakukan kesalahan yang disengaja untuk merugikan negara tetangga. Tapi Bapak sendiri lupa ada banyak rakyatmu yang lebih dirugikan karena ternyata banyak yang nyawanya tidak terselamatkan. Waaaah.. Bapak kan setanah air dengan rakyat, mengapa Bapak seperti lebih peduli dengan negara tetangga kita pak?

Kedua, kepada seluruh rakyat yang menjadi korban. Saya doakan semoga keluarga yang anggota keluarganya meninggal karena peristiwa ini dapat tegar dalam menjalani kehidupan. Saya hanya dapat mendoakan dari jauh karena beginilah kemampuan saya. Siapalah saya ini sehingga dapat membantu rakyat? Saya bukan anak pejabat, bukan anak konglomerat, saya hanya anak orang miskin yang sedikit kritis dan peduli. Mungkin nanti saya akan mencari brang apa di rumah yang dapat saya sumbangkan melalui acara bakti sosial. Yakinlah bahwa di balik setiap bencana selalu ada hikmahnya.

Ketiga, kepada seluruh rakyat Indonesia. Saya harap rakyat kita lebih peduli dengan sesamanya. Ingat, sesama kita adalah seluruh rakyat Indonesia. Bukan cuma dari golongan terdekat, golongan tertentu saja kita peduli. Tapi dengan seluruh umat manusia kita harus peduli. Terutama dengan umat manusia yang terdekat dengan kita jadikan mereka sesama kita. Sehingga tidak ada lagi permusuhan dan peperangan antardaerah, antarsuporter, antarpulau. Kita semua menjadi satu saudara bersama menjaga keutuhan negara ini.

Keempat, kepada diri saya. Jujur saja saya prihatin dengan diri saya sendiri. Seringkali saya berpikir apa yang dapat saya lakukan untuk negara ini? Saya hanya anak orang miskin yang bingung membagi konsentrasi saya dengan kuliah dan bekerja. Uang yang saya miliki pas-pasan walaupun selalu ada sedikit yang saya sumbangkan namun saya rasa itu belum sebanding dengan apa yang dirasakan oleh rakyat ini. Lagi-lagi saya hanya mampu berdoa dan berharap semoga kehidupan saya nanti semakin membaik sehingga makin banyak orang yang dapat saya bantu. Dalam keterbatasan saya ini, saya hanya mampu menuliskan kenyataan dan kebenaran yang mungkin dapat mengubah cara pandang orang lain.
Tapi lagi-lagi saya bertanya, siapalah saya ini? Saya belum mempunyai pengaruh untuk orang lain. Jadi apa mungkin saya dapat didengarkan oleh banyak orang? Yaaah.. Mungkin itu butuh waktu. Semoga saya tetap konsisten menjaga kepedulian saya terhadap sesama. Semoga hidup saya dapat semakin baik nanti ke depannya. Semoga semakin banyak orang-orang yang peduli dengan orang lain sehingga hidup ini jadi lebih mudah. Itu saja doa dari saya. Semoga saya termasuk orang yang doanya didengar dan dikabulkan sama Allah SWT. Aamiin Yaa Robbalalamiin..

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s