Mengenali Temperamen Diri

Assalamualaikum my blog.. Good morning.. 🙂
Tumben banget ya hari ini ngeblognya pagi-pagi. Hehehe.. Lagi pengen aja. 🙂
Soalnya lagi ada ide buat nulis pengalamanku siih tentang karakter manusia. Kebetulan semalam ada teman facebookku yang update status yang menarik banget. Setelah aku searching ke ggogle dan menemukan penjelasan lengkapnya, waah rasanya seakan menemukan jati diri yang telah lama terpendam. Ceilaaah..

Sebenarnya tanpa aku belajar tentang psikologi, aku secara alamiah juga sudah tahu bagaimana karakter orang lain termasuk aku sendiri, tapi mungkin aku sedang mencari pembenaran dan bukti pendukung lainnya kali yaa.. Hahaha

Aku sebenarnya supel dan kalau ngobrol dengan orang cepet nyambungnya. Sayangnya, aku punya sifat yang cenderung pemilih saat berbicara dengan orang. Jadi ceritanya, beberapa hari yang lalu aku sedang ngobrol dengan salah satu teman kuliahku selagi menunggu dosen datang. Waktu itu dia tanya ke aku, sudah dapat kerja belum? Ya aku jawab saja, belum ada yang cocok. Lalu dia tanya dengan pedenya tanya, “Emm begini ya Lies, sekarang skill apa yang kamu punya?” Ditanya seperti itu aku jawab, “Aku punya skill komputer, manajerial dan komunikasi. Aku juga dapat mengambil keputusan dengan cepat.”

Ehh.. Dia nyela. ” Lhoo.. Cuma itu saja skillmu?” Terus aku tanya, ” Oke, menurutmu skill itu apa?” Dia jawab,” Skill itu kemampuan yang cuma kamu saja yang punya dan orang lain tidak punya.” Ya udah aku jawab dengan nada sinis, “Oh gitu ya? Lalu skillmu apa?”Dia jawab,” Nah itu dia Lies, aku bingung kalau ditanya seperti itu pas interview, soalnya aku merasa gak punya skill.”

Langsung aja aku jawab dengan sewot banget, mungkin aku baru menyadari betapa aku buang-buang waktu dengan orang yang dia aja gak ngerti apa yang dia bilang. ” Dengerin ya, kalau definisi skillmu kayak gitu, ya jelas aja kamu jawab gak punya skill. Yang namanya kemampuan itu sesuatu yang terlatih dan dapat digunakan untuk memecahkan suatu masalah demi mencapai tujuan. Aku kasih contoh, setiap orang bisa masak. Tapi hanya orang-orang tertentu aja yang punya skill memasak yang kita sering sebut chef. Kenapa disebut dia punya skill memasak? Ya karena dia udah sering berlatih masak untuk menciptakan masakan yang rasanya di atas rata-rata, ngerti?” Dan dia cuma diem ngangguk-ngangguk, terpukau kali ya dengan penjelasanku itu. Aku langsung bete seketika. Aku tahu dia itu maunya ngasih saran soalnya dia udah kerja dan aku belum, tapi kok caranya kayak gitu. Ya jelas aja jadi sasaran emosiku yang sudah lama terpendam.

Back to topic, sejak kejadian itu aku jadi sadar sesadar-sadarnya kalau setiap manusia penting untuk tau karakter masing-masing dan juga karakter orang lain biar gak kayak temenku itu. Niatnya menggurui tapi sayangnya dia salah cara bicara karena aku bukan tipe orang yang digurui.

Nah, ternyata karakter manusia itu dibagi jadi 4 tipe.
1. Melankolis atau Cermat: Tipe ini merupakan temperamen yang paling kaya. Ia memiliki rasa seni yang tinggi, kemampuan analitis yang kuat, perfeksionis, sensitif, berbakat, dan rela berkorban. Perasaan sangat berpengaruh terhadap pribadi oarang melankolis. Ia adalah orang yang introvert tapi apabila ia sedang berada di puncak sukacitanya, ia bisa menjadi lebih eksovert. Pribadinya yang perfeksionis cenderung membuatnya sering menyalahkan diri sendiri dan menjadi rendah diri. Padahal dia memiliki daya analitik yang hebat yang mampu memperhitungkan bahaya, halangan dalam setiap proyek dengan akurat. Perasaan mereka yang peka dan sensitif juga dapat membuat mereka jadi pendendam dan sering terlihat murung. Orang melankolis cenderung memilih pekerjaan yang membutuhkan pengorbanan dan ketekunan, sekali ia memilih sesuatu ia akan sangat setia mengerjakannya.

2. Sanguin atau Intim: Tipe ini adalah orang yang sangat bersemangat dalam hidupnya. Ia selalu tampak ceria, hangat, bersahabat, dan sangat menikmati hidup. Hal ini disebabkan karena ia memiliki sifat yang mudah menerima sehingga kesan-kesan dari luar dapat dengan mudah masuk ke dalam hatinya. Seorang sanguin cenderung lebih mendasarkan perasaannya dibanding pemikirannya saat ia mengambil keputusan. Sangat menyukai kesenangan dan jarang membiarkankan hatinya sedih berlama-lama. Ia tipe orang yang suka berbicara, dengan mudah ia dapat menularkan perasaan semangatnya ke orang lain melalui perkataannya. Gayanya yang gaduh, bersuara keras dan ramah membuatnya tampak percaya diri daripada yang sebenarnya.

3. Koleris atau Dominan: Orang bertipe ini memiliki kemauan yang keras dalam mencapai sesuatu, Ia seseorang yang berapi-api, aktif, cekatan, praktis, mandiri dan sangat independen. Ia cenderung bersikap tegas dan berpendirian keras dalam mengambil keputusan bagi dirinya sendiri dan orang lain. Tipe orang yang sangat menyukai aktivitas. Ia tidak perlu dirangsang oleh lingkungannya tetapi justru ia yang merangsang lingkungannya dengan ide-idenya yang tidak pernah berakhir, sasaran, rancangan dan ambisinya. Bukan tipe orang yang menyerah terhadap tekanan orang lain. Bahkan tekanan itu justru semakin mendorongnya untuk terus maju. Bagian yang sedikit berkembang dari tipe koleris adalah emosinya. Orang bertipe ini memiliki tempramen yang meledak-ledak. Tidak mudah bersimpati terhadap orang lain. Bukan orang yang mudah mengekspresikan perasaannya terhadap orang lain. Cenderung tidak peka terhadap kebutuhan orang lain. Cenderung bersikap dominan dan memiliki jiwa kepemimpinan yang kuat.

4. Plegmatis atau Stabil: Merupakan orang yang memiliki sifat alamiah pendamai, tidak suka kekerasan, mudah diajak bergaul, ramah dan menyenangkan. Tipe orang yang dapat membuat sekelompok orang tertawa terbahak-bahak oleh humor keringnya meski dia sendiri tidak tertawa. Merupakan pribadi yang konsisten, tenang dan jarang sekali terpengaruh dengan lingkungannya, tidak pernah terlihat gelisah. Di balik pribadinya yang dingin dan malu-malu, sesungguhnya dia memiliki kemampuan untuk merasakan emosi yang terkandung dalam sesuatu. Karena sifatnya yang menyukai kedamaian dan tidak menyukai pertikaian, ia cenderung menarik diri dari segala macam keterlibatan. Hal inilah yang seringkali menghambatnya untuk menunjukkan kemampuannya secara total dan cenderung pasif dan pemalas.

Menurut http://buletininside.wordpress.com/2010/07/10/mengenali-temperamen/

Masing-masing manusia paling tidak mempunyai dua gabungan tempramen.

Kalau seseorang punya gabungan temperamen: Dominan+Intim, maka dia adalah orang yang AKTIF. Gabungan: Dominan+Cermat, membuat seseorang dengan temperamen itu akan lebih berorientasi kepada tugas/TASK oriented. Gabungan: Cermat+Stabil, sama dengan orang yang PASIF. Gabungan: Stabil+Intim, sama dengan orang yang PEOPLE oriented/lebih berorientasi kepada orang alias lebih suka “ngumpul rame-rame bareng temen”.

BAGAIMANA MENJALIN KOMUNIKASI?

Dengan orang DOMINAN:

  1. Bicaralah to the point dan cepat (bicara cepat, bertindak cepat) jangan berputar-putar, dan berlama-lama.
  2. Bersikaplah tegas, jangan suka kompromi.
  3. Koreksi caranya, jangan hakimi hasil dari tindakan orang DOMINAN.
  4. Beri masukan tentang perasaan dan pikiran orang lain, jangan membiarkan orang DOMINAN tidak peka terhadap perasaan dan pikiran orang lain.
  5. Berikan usulan, jangan menggurui.
  6. Gunakan teknik “bertanya”, bukan memberi pernyataan (secara orang DOMINAN, nanti dibilang kita merasa sok lebih pintar dari dia, gawat kan..?).
  7. Gali pendapat/pemikirannya, bukan mendikte pikirannya. (karena bakalan ditolak tuh!)

Dengan orang INTIM:

  1. Dengar dulu apa yang mau dia bicarakan, dan biarkan dia bercerita, jangan langsung kita tolak/potong dengan drastis.
  2. Selagi dia bercerita, temukan inti ceritanya, jangan ditanggapi semua (nanti nggak selesai-selesai tuh ceritanya, bisa berjam-jam).
  3. Terima dia apa adanya, jangan langsung pasang jarak.
  4. Mengerti perasaan-perasaannya, jangan tanya alasan secara logisnya (karena orang INTIM lebih mengedepankan perasaan ketimbang logika).
  5. Dukung apa yang dia lakukan, jangan dianggap “biasa-biasa” saja/disamaratakan dengan apa yang orang lain lakukan.
  6. Beri nasihat berdasarkan pengalaman orang lain (karena orang INTIM adalah “People Oriented”, bukan nasihat yang umum, dan belum dilakukan orang lain.
  7. Beri arahan yang jelas, jangan yang umum.
  8. Tegur dengan pengertian, jangan melakukan koreksi secara tajam.

Dengan orang STABIL:

  1. Pancing dia dengan pertanyaan yang detil, jangan disuruh bercerita.
  2. Mengertilah alasannya kenapa melakukan tindakan tertentu, jangan dianggap sama dengan yang lain.
  3. Terima kelemahannya, bukan dihakimi.
  4. Dorong dia dengan motivasi, bukan dipaksa.
  5. Koreksi dengan alasan jelas, bukan tanpa alasan.
  6. Puji usaha dan prestasinya, jangan dicuekin.
  7. Lindungi orang STABIL dari konflik, jangan malah diperhadapkan.
  8. Bantu kelemahannya, bukan dibiarkan menghadapi masalahnya sendiri.
  9. Arahkan dia dengan follow-up berkala, jangan tanpa follow-up.

Dengan orang CERMAT:

  1. Koreksi cara dan hasil yang telah dia dapatkan, bukan menyerang pribadinya.
  2. Beri masukan yang rinci, jangan yang terlalu umum.
  3. Beri nasihat yang sistematis, alasan yang tepat jangan yang gak jelas.
  4. Orang cermat butuh fakta yang akurat, bukan yang tidak masuk akal.
  5. Bantu untuk mengambil keputusan, jangan ikutan ngambang, nanti dia tambah bingung.
  6. Dorong dia untuk terus maju, jangan dibiarkan sendiri.
  7. Beri dukungan melalui pihak yang tepat, jangan dari pihak yang tidak berotoritas.
  8. Ajak dia melupakan yang negatif, jangan biarkan dia bekerja dengan ragu gara-gara ada hal yang negatif itu tadi.
  9. Bangun kepercayaan dirinya berdasarkan kekuatannya, bukan cuma lewat kata-kata saja.

Naaah.. Sudah tahu kan kira-kira aku punya temperamen yang mana. Hehehe.. Yang mau menebak silakan. 🙂
Semoga dapat menambah pengetahuan dan menjadikan kita semakin berkembang untuk ke depannya. Sampai jumpa di postingan berikutnya.. 🙂

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s