Dear Mantan 2

Sebelumnya aku sudah pernah bikin postingan dengan judul yang sama. Kali ini sedikit berbeda dengan yang sebelumnya. Kali ini postingan terinspirasi dari dan untuk pacarku. Semoga pacarku tidak muntah yaah karena ada tulisan yang bikin aku geer (yaa iyalaaah kan yang nulis aku sendiri). Hehehe..  Semoga dengan ini ‘penyakit lama’ pacarku tidak kambuh lagi. Aamiin.. Heeyyy mas pacar, kalau kamu baca ini, sebenernya ini ‘cubitan manis’ buatmu lhoo… 🙂

Dear mantan..

Aku bosan menunggu pacarku yang sekarang sedang sibuk banget dengan kerjanya. Dia seakan tidak ada waktu lagi buatku. Pagi sampai sore hampir petang dia sibuk di kantornya. Malam harinya, dia harus melanjutkan kuliah malamnya. Aku sebenarnya kasihan dengan rutinitasnya yang seperti itu. Badannya kecil, tapi beban dan tanggungjawab yang dipikulnya sungguh besar.

Tapi aku tidak munafik. Aku laki-laki yang juga butuh perhatian. Aku selalu menunggu sms darinya seperti dulu. Tapi sms itu tidak pernah datang. Kalaupun datang hanya saat dia memintaku untuk menjemputnya di kantor. Aku sebenarnya kangen  dengan perhatiannya yang seperti dulu.

Akhirnya, aku melihatmu di facebook sedang online. Tanpa sadar kuarahkan jariku untuk mengetik sebuah pesan untukmu. Awalnya aku hanya berbasa-basi tapi lama kelamaan aku berharap bisa ketemu lagi denganmu. Aku hanya tidak mau kesepian. Syukurlah kamu baik menanggapi semua kata-kataku. Tapi akhirnya kamu menolak bertemu aku karena kamu ternyata sudah punya kekasih.

Entah apa yang merasukiku saat itu. Aku lupa sudah memiliki perempuan yang menyayangiku. Aku meminta bertemu denganmu tanpa mengajaknya. Pada akhirnya, aku menyesal setelah dia tau apa yang aku lakukan ini. Lebih menyesal lagi ternyata dia malah mendukungku untuk menemuimu tapi harus mengajaknya juga. Sungguh, aku terkejut saat dia menyadari pesanmu di facebookku. Dia berkata, “Tidak masalah kamu mau ketemu dia, mungkin kamu kangen. Tapi dia jelas menolakmu kalau kamu hanya mengajaknya pergi berdua. Ajaklah aku juga. Aku tidak akan membuatmu malu, aku janji.”

Dalam hatiku, aku sungguh menyesal. Apalagi saat dia tahu aku juga selingkuh di belakangnnya dengan salah satu teman facebookku. Kebetulan selingkuhanku ini juga memiliki hobby yang sama denganku, sama-sama pecinta kereta api. Awalnya aku cuma iseng jadian sama cewek yang lebih muda dariku itu karena dia masih SMP. Dari fisik, masih lebih cantik pacarku sekarang, dari kedewasaan juga jauh lebih baik pacarku sekarang. Tapi ada alasan yang membuatku memutuskan untuk menjadikan dia ‘pacar selingan’.

Iyaa.. statusnya cuma untuk menyelingi kesepianku ditinggal pacarku dengan rutinitasnya. Aku juga ingin menutupi ketidaksukaan adikku dengan pacarku yang sekarang. Aku bingung dengan adikku. Dia tidak kenal dengan pacarku tapi sudah menilai pacarku bukan orang yang baik. Padahal kalau aku boleh jujur, akulah yang tidak pantas buat pacarku. Dia wanita yang terbaik buatku.

Akhirnya, saat dia tahu aku selingkuh, dia marah besar. Dia menangis dan bilang dia kecewa dengan sikapku. Tapi itulah dia. Dia selalu bisa mengatasi setiap masalah yang sudah hancur lebur berantakan. Dia selalu berhasil mengatur semua agar tidak tampak hampir pecahnya ‘telur’ yang kita erami selama ini.

Dear mantanku.. Aku tidak menyesal putus denganmu. Karena aku bersyukur aku bertemu dengan pacarku ini. Dia memang tidaklah sempurna, sama sepertiku juga. Bila dibandingkan dengan cewek lain, yaaah harus kuakui dia tidaklah terlalu cantik, tapi manis. Mungkin karena dia selalu menyayangiku, aku juga tidak rela melepasnya walaupun aku harusnya berhak ditinggalkannya.

Terimakasih untukmu yang dulu pernah menemani hari-hariku. Walaupun kadang ada perasaan menyamakan antara kamu dan dia, tapi aku sadar, dia sangat istimewa. Mungkin karena itulah hubungan kita dapat bertahan hampir 2 tahun. Tidak mudah mempertahankannya. Seringkali aku berbuat kebodohan dengan melakukan hal yang tidak dia sukai. Tapi dia selalu menerima kesalahanku dan memaafkannya.

Semoga kamu di sana juga dapat menemukan pasangan yang seperti kamu idam-idamkan selama ini yang tidak pernah bisa aku lakukan. Tapi mungkin memang pasanganku bukanlah kamu, tapi dia. 🙂

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s