My Childhood

Assalamualaikum semua.. 🙂

Entah kenapa hari ini aku jadi ingin cerita tentang kehidupan masa kanak-kanakku. Apa karena ada gambar Cardcaptor Sakura ya? Hahaha.. Mungkin iya. 🙂
Waktu aku masih kecil dulu, aku tomboy. Rambutku pendek dan tidak suka pakai baju cewek seperti rok atau gaun. Walaupun ortuku juga punya uang ya buat beliin aku rok atau gaun, tapi sepertinya mereka setuju kalau aku lebih pantes pake celana daripada rok. Hahaha.. Lain waktu aku kasih liat deh foto masa kecilku. 🙂
Kata orangtuaku, waktu aku masih balita, aku itu hiperaktif. Suka banget lari-larian ke sana kemari. Seperti layaknya anak balita.

Tapi di balik itu semua, aku sering banget sakit asma dulu. Jadi seriiiing banget nginap di rumah sakit. Makanya aku gak punya temen di TK dan gak dibolehin main sama temen-temen di TK. Jadi kalau jam istirahat, aku di dalem kelas sambil nulis-nulis di papan tulis sendirian. Teman-temanku yang lain main semua di lapangan. Aku juga tidak boleh jajan sembarangan sama ayah. Jadi tiap kali ke TK, aku selalu bawa jajan sendiri. Kadang bawa wafer Tango, kadang bawa Oreo. Yang penting aku tidak boleh jajan di pinggir jalan. Pernah suatu hari aku nekat nyoba jajan yang dikasih sama temenku, padahal aku cuma makan duuiiikiittt, tapi sampai di rumah aku langsung batuk-batuk dan malemnya badanku panas, akhirnya asmaku kumat. Seriing banget seperti itu. Sampai akhirnya, semua guruku disuruh ngawasin aku secara ketat. Jadi kalau aku jajan atau main-main di lapangan, aku langsung disuruh masuk ke kelas.

Pulang sekolah, aku langsung makan dan tidak boleh main keluar. Nanti kalau sudah jam 12 aku harus tidur siang. Aku tidak boleh ikut main pasar-pasaran jadi penjual soalnya aku tidak boleh kotor-kotor. Aku selalu jadi pembeli. Aku tidak pernah diajak main petak umpet, dolip-dolipan atau slebur. Bukannya aku gak suka atau aku gak mau. Tapi aku gak boleh main lari-larian. Jadi kalau ada tetanggaku yang main, aku cuma bisa ngeliatin aja di balik pagar rumahku. Kadang aku nakal. Aku ikut main pasar-pasaran atau petak umpet, tapi aku langsung ketahuan ayah. Aku dijewer dan disuruh pulang. Di rumah, aku disediain buanyaaaaaakkk bangeeeet mainan. Mulai dari mainan cewek sampai mainan cowok. Tapi ya itu tadi, aku mainnya sendirian. Ibuku kerja dan aku di rumah cuma sama ayah dan nenekku.

Sorenya setelah aku bangun tidur siang, aku cuma di rumah nonton tivi setelah mandi. Nunggu jam 5 sore. Kenapa? Karena aku mau diajak ayah jemput ibu pulang kerja. Aku selalu seneng saat menanti ibu pulang kerja. Aku dan ayah jalan kaki menuju ke depan kampus UWKS (yang sekarang jadi kampusku) dan nunggu di deket kantor polisi. Aku selalu nunggu bemo coklat karena ibu selalu naik bemo coklat. Kadang sambil menunggu ibu pulang, aku ngeliat mahasiswa yang lagi panjat tebing. Hehehe. Biar gak bosan.
Akhirnya ibu datang, aku seneng banget. Soalnya kalau ibu pulang aku mesti diajak makan di warung. Terserah aku mau makan soto, sate, nasi goreng. Kalau hari Sabtu,kami mampir dulu ke supermarket buat belanja keperluan seminggu termasuk jajan-jajanku buat di rumah dan yang aku bawa di TK. Aku boleh milih sepuasnya.

Setelah itu, aku belajar sama ayah. Ayah selalu rutin mengajari aku membaca dan menulis. Makanya sejak TK A aku udah lancar baca dan nulis. TK B aku udah pinter hitung-hitungan. Tapi aku kadang pemalas. Jadi kalau aku belajar males-malesan, aku dicubit sama ayah. Pernah sampe nangis segala. Inget banget aku. Tapi setelah itu ibuku langsung ngasih aku susu biar aku gak nangis. Setelah belajar, aku langsung ke kamar. Aku dengerin lagu anak-anak di radio. Aku selalu tidur dengan adanya lagu yang mengalun di telingaku. Kalau musiknya mati, aku bangun. 🙂

Sepertinya masa kecilku bahagia banget ya? Itu sebelum aku punya adik. Begitu punya adik, semuanyaa berubah. Sebenernya aku gak suka punya adik. Memang sih aku kesepian di rumah. Tapi aku gak suka perhatian semua orang ke adikku. Akhirnya, aku berusaha bermacam-macam cara agar semua orang peduli sama aku. Mulai dari jadi rangking kelas, menang lomba, ikut tari. Semuanya memang senang denganku. Semua memuji-muji aku. Tapi semakin lama, jatahku berkurang. Akhirnya, aku melampiaskan kekesalanku dengan baca buku dan nonton tivi.

Sejak kelas 1 SD, aku langganan majalah Bobo dan Mentari. Aku terlalu menyukai membaca sampai aku tak sadar, aku gak pernah sekalipun gendong ataupun main sama adikku. Aku gak peduli. Aku punya duniaku sendiri di buku dan televisi. Aku suka lihat film kartun, bahkan waktu kecil dulu aku punya jam-jam nonton tivi yang tidak boleh diubah. Tapi memang sejak kecil aku tidak suka film kartun yang unyu-unyu gitu. Aku suka film kartun yang petualang, pertempuran. Pokoknya yang seru. Itu samapai aku kelas 6 SD. Aku masih seneng banget nonton film kartun. Aku juga masih senang baca majalah Bobo bahkan majalahku sampe numpuuuukk bangeeet..

Dan aku masih cuek dengan adikku. Aku menganggapnya orang asing. Aku sibuk dengan urusanku sendiri. Ya, aku kakak pertama yang egois. Aku selalu terlihat belajar atau baca majalah. Saat-saat tertentu aku nonton tivi atau ngaji. Yaah.. Tapi temanku tak banyak. Karena memang aku tidak terlalu suka bermain dengan banyak orang. Aku menyukai ketenangan. Jadi aku lebih senang berdiam di kamar sambil dengar musik dan baca majalah atau buku. Itulah masa kanak-kanakku aku.

Membosankan ya? Memang. Hehehe.. Tapi banyak hal detail yang membuat aku tahu bahwa masa kanak-kanakku itu indah. Kalau ada kesempatan aku cerita lagi deh.. Oke, see you next time.. 😀

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s