Auraku??

Assalamualaikum semua.. 🙂
Tiba-tiba punya pemikiran yang mau diposting. Gara-gara pulang kuliah ngeliatin temen-temen yang lagi ikut UKM Beladiri. Sebenernya aku suka dengan gerakan beladiri. Mungkin yang jarang ketemu aku banyak yang bilang aku kalem tapi sekalinya ngomong, cerewet banget. Kalau dari sikap tubuh, pasti banyak yang bilang aku endel, kemayu, girlie. Padahal aslinya amit-amit deeh.. Hahaha.. (^ ‿ ^)

Tapi aku sadar kok kalau apa yang ada di aku sekarang mulai dari fisik, sifat dan sikapku ini semua sudah diatur sama Allah SWT agar aku bisa hidup bahagia di dunia dan InsyaAllah di akhirat. Why? Jadi gini, sebenarnya fisikku itu kuat tapi daya tahan tubuhku itu lemah sehingga gampang banget kena alergi. Contohnya niih, aku itu alergi udara dingin. Sounds weird, huh? (╥﹏╥) Emang! Jadi kalau aku kedinginan, kulitku jadi gatal-gatal. Terus aku juga sangat alergi debu. Cuma pegang pager yang berdebu aja, tanganku jadi gatel-gatel. Susah memang.

Ini cerita waktu aku masih kelas 4 SD kalau tidak salah. Waktu itu aku masih ikut kegiatan mengaji. Kebetulan guru ngajiku juga mengadakan pelatihan beladiri gratiis. Nah, karena guru ngajiku kenal dekat sama ayahku, otomatis aku disuruh ikutan. Ayahku ini bisa silat lho, bahkan ilmu tenaga dalam juga bisa. Pada heran ya kenapa aku kok tidak langsung aja dilatih ayah, kenapa kok dilatih orang lain? Jawabannya, ayahku itu terlalu tinggi ilmunya. Ayah pernah bilang ke aku, kalau aku mau aku bisa aja dilatih ayah. Tapi konsekuensinya banyak. Nah, berhubung aku cewek, aku gak berani menanggung konsekuensi yang banyak itu.

Nah, awal ikut pelatihan silat ini aku inget banget, aku dan teman-teman yang lain disuruh meditasi di atap rumah guruku yang lumayan luas itu malam hari. Aku heran, latihan kok malam-malan gini siih, apalagi gak diajari gerakan silat malah disuruh meditasi, aneeh!! Akhirnya semua ketahuan. Satu persatu kami dipanggil sama guruku buat diajak bicara. Semuanya dipanggil kecuali aku. Dueeeenggg.. Kok aku sendiri yang gak dipanggil ya? Ternyata besoknya guruku itu main ke rumah dan ngobrol sama ayahku. Aku dipanggil juga. Guruku bilang, waktu meditasi kemarin semua yang ikut latihan ngeluarin aura yang beda-beda. Tapi uniknya, auraku yang paling beda. Katanya nih, auraku itu warnanya abu-abu. Sementara yang lain ada yang berwarna hijau, kuning, orange, merah.

Aku tanya ke ayahku, emangnya kenapa dengan auraku itu yah? Ayahku cuma diam. Beberapa hari kemudian, tiap kali aku latihan guruku itu seperti mengistimewakanku. Aku dilatihnya lebih dari teman-teman yang lain. Aneh siih, tapi gak masalah, aku malah seneng. Suatu hari, guruku mengajari teknik memutar tangan agar lepas dari musuh. Anehnya, sekali aku melihat aku langsung bisa melawan guruku itu. Aku kan jadi ngerasa gimanaaa gitu ya.. Di dalam pikiranku aku ngerasa udah pinter banget. Besok paginya di kelas, aku cerita ke temen deketku. Kebetulan ada temen sekelas cowok yang ikut denger dan ngejek aku. Katanya aku gak mungkin bisa. Akhirnya aku bilang ke cowok itu, Kalau kamu gak percaya, sini aku buktiin, tapi kamu yang jadi musuhku.

Eeeh, ternyata dia mau padahal aku cuma guyon. Akhirnya aku beneran praktekin seperti yang di tempat latihan. Eehh.. Aku berhasil ngebikin tangan temenku cowok itu hampir patah. Dia nangis, bahkan dibawa ke RS. Ayahku dipanggil guru dan ortunya temenku itu minta ganti rugi. Sejak kejadian itu, aku tidak dibolehin ayahku ikut beladiri lagi. Ayahku cerita tentang aku ke guru ngajiku. Sepertinya ayah dan guru ngajiku tidak terlalu kaget. Suatu hari, tiba-tiba ayah melakukan gerakan yang aku juga baru tahu sekarang itu yang dinamakan totok. Badanku rasanya beda seperti biasanya.

Besoknya di tempat ngaji, guruku bicara sama aku. Semula berawal dari meditasi. Ternyata, waktu meditasi aku tidak sadar kalau guruku itu ngebuka titik kekuatan dan auraku. Dan ternyata auraku itu abu-abu. Aura manusia normal biasanya berwarna cerah. Tapi aku berbeda. Guruku tanya ke ayah apa arti aura abu-abu itu. Ternyata kekuatanku itu besar tapi kalau disalahgunakan bisa menghancurkan orang lain. Akupun menyadari selama ini memang aku seakan punya dua kepribadian. Awalnya guru ngajiku ingin menutup titik itu agar aku tidak membahayakan orang lain. Tapi ayahku mau lihat sejauh mana kemampuanku. Dan ternyata aku sudah salah menggunakan kekuatanku. Ayahku sendiri yang akhirnya menutup titik itu. Tapi guru ngajiku bilang, ayahku tidak menutup semua. Kekuatanku akan muncul di saat-saat yang tidak terduga tergantung dari emosiku. Aku hanya diam berusaha mengerti.

Tapi sekarang aku jadi ngerti kenapa dulu aku bisa ngerusak pintu kamar mandi dengan sekali buka, aku mukul dinding gak sakit, aku ngelempar temenku pake penghapus papan dari jarak jauh tapi dia bisa pingsan, dan lain-lain. Kadang kalau aku marah, aku gak usah melakukan kekuatan fisik. Cukup aku mikir dan tiba-tiba semua terjadi. Aku pernah marah sama temenku. Tapi aku gak tega kalau mau mukul dia, akhirnya aku doain dia dan bayangin dia jatuh kesandung dan kebentur pintu. Eeeh, semuanya terjadi. Sejak itu, aku jadi sering jaga jarak sama orang lain. Aku juga jadi lebih mengontrol emosi. Dan aku sempat mengubah sifatku dengan berusaha jadi cewek yang girlie. Waktu SMP, aku sering baca-baca majalah cewek. Aku sering beli baju, parfum, asesoris, pokoknya semua yang berhubungan dengan cewek. Aku juga mulai belajar mengenal cinta. Mungkin, itu yang membuat auraku meredup. Aku jadi lebih lemah lembut. Tapi aku sadar, aura ini lhoo masih ada. Aku bisa ngerasain dari kesenanganku ngeliat film action yang banyak adegan pertempuran, adu fisik, kekerasan. Entah kenapa setiap kali ngeliat film action seakan ada energi yang menjalar ke tubuhku.

Untunglah sekarang, semuanya berjalan normal. Sejak SMA, semuanya berjalan sangaaaat normal. Karena aku diuji dalam bentuk materi. Hehehe.. Allah Swt selalu punya cara kan untuk membentuk umat yang disayangiNya agar jadi lebih baik. Itulah aku. Jadi aku wajib bersyukur dan bahagia atas anugerah yang aku dapatkan sekarang. Termakasih Ya Allah atas karuniamu. \(´▽`)/

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s