Kebiasaan Baru :)

Kali ini aku ingin cerita soal kebiasaan baruku.. Tenaaaang, bukan kebiasaan yang aneh kok tapi emang agak beda sama keseharianku yang sebelumnya. Emang apa siih Lies??? Sekarang aku punya kebiasaan minum susu coklat setiap hari.. Eaaa.. Kenapa aku jadiin postingan di blog kesayanganku ini, soalnya aku dulu antiiii banget minum susu. Apalagi susu putih entah susu sapi atau susu kedele. Pokoknya sering eneg gak karu-karuan deh kalau abis minum susu putih. Jangankan minum, ngebau aja udah pengen muntah.

Sering geli juga kalau liat tayangan di televisi tentang proses pemerasan susu sapi. Hhihi.. Ibuku pernah cerita waktu aku masih balita aku suka minum susu putih makanya ibuku juga jadi heran kenapa tambah gede kok aku tambah gak suka minum susu putih. Aku lebih suka makan ice cream atau yogurt daripada minum susu. Makanya badanku agak pendek gini. Untungnya masih agak seksi (halaahh..), maksudku gak kurus-kurus banget sampe kayak triplek jalan atau gemuk bangeet kayak galon gelinding.

Awalnya aku jadi suka minum susu itu karena Mbak Fifi, salah satu teman kerjaku di kantor pernah memaksa aku minum susu coklat Ultra bareng dia. Katanya biar aku sehat. Aku nolak awalnya tapi berhubung gelasku udah diisi susu, terpaksa deh aku minum juga. Eehh, ternyata enak juga. Hehehe
Apalagi badanku rasanya enak banget setelah minum susu. Ketauan deh ternyata aku kurang kalsium. Haha 🙂

Sejak saat itu, aku mulai deh beli susu coklat botolan yang dingin di minimarket deket rumah. Lumayan lha, dua ribu lima ratus rupiah udah bisa minum yang sehat-sehat. Tapi aku jadi mikir juga ya, pengeluaran sebulan buat minum susu berapa. 2500 dikali 30 jadi sekitar 75 ribu per bulan buat minum susu sekali sehari. Lumayan juga ya? Tapi no problem lha kalau ternyata terbukti bisa bikin aku lebih fit lagi. Apa aku beli yang kardusan aja ya? Tapi males buat ngeraciknya, apalagi gak dingin. Kalau sampe ayahku tahu aku minum susu dalam keadaan dingin pasti dimarahi. Ya udah kalau gitu satu-satunya cara beli yang botolan di minimarket.

Biarin aja mbak-mbak kasirnya sampe hafal sama aku. Siapa tahu malah dikasih diskon (hhihi.. ngarep). Tiap hari nyamperin minimarket buat beli susu coklat berarti ini juga jadi kebiasaan baruku doong. Pasti bertanya-tanya, kok gak beli banyak sekalian aja terus disimpen di lemari es, Lies?  Itu sebenernya karena di rumah aku belum punya lemari es pribadi. Jadi lemari esnya dipakai rame-rame buat orang satu rumah. Nah, kalau udah seperti itu kan tandanya bahaya kalau naruh minuman di lemari es. Paginya dicek ada 5 botol tau-tau sore tinggal satu botol. Yang harusnya jatahku buat 5 hari malah jadi jatah 5 orang buat sehari. 🙂

Tapi setelah aku mencari informasi ke sana-sini kenapa susu bisa bikin aku seger buger ternyata ini dia penyebabnya. Seorang peneliti yang bernama Tes Saunders membuktikan kehebatan dari susu coklat. Menurutnya, manfaat yang terdapat dalam susu coklat datang dari karbohidrat ke rasio protein dan juga memiliki elektrolit, serta campuran dari mineral termasuk kalsium dan kalium. Biasanya, zat-zat tersebut itu terdapat dalam sebuah minuman isotonik.

Naahh, ada juga informasi yang aku dapatkan dari http://www.mediaindonesia.com/mediahidupsehat/index.php/read/2011/08/14/4347/3/Susu-Cokelat-Efektif-Merampingkan mengenai susu coklat.

JANGAN remehkan kekuatan susu cokelat yang  kita disajikan ibunda sejak kita masih kecil. Sebab, tak hanya satu, bahkan banyak penelitian yang menemukan bahwa rasa cokelat pada susu, selain menyehatkan, juga membantu Anda menjadi lebih ramping.
Banyak orang dewasa yang enggan bahkan berhenti meminum susu karena takut akan penambahan berat badan. Padahal menurut studi yang diterbitkan dalam Journal of of Strength and Conditioning Research, minum susu cokelat rendah lemak akan membangun otot, mengurangi lemak, dan meningkatkan daya tahan tubuh.
“Baik atlet professional maupun amatir atlet sama-sama menikmati manfaat pemulihan fisik ketika mereka minum susu cokelat rendah lemak setelah latihan,” kata Dr John Ivy, peneliti utama pada studi dari The University of Texas, seperti dikutip dari Care2, Selasa (12/8).
“Keuntungan yang dirasakan para peserta studi yakni komposisi tubuh yang lebih banyak otot dan sedikit lemak sehingga meningkatkan bentuk fisik secara keseluruhan lebih baik daripada rekan-rekan mereka yang mengonsumsi minuman yang hanya mengandung karbohidrat.”
Jika dibandingkan dengan jenis minuman lainnya, mereka yang meminum susu cokelat akan lebih maksimal dalam penyerapan oksigen. Mereka pun terlihat lebih prima kala bersepeda selama empat setengah minggu, melakukan latihan intens lima hari seminggu. Penyerapan oksigen secara maksimal adalah salah satu indikator seorang atlet memiliki daya tahan dan kemampuan untuk melakukan latihan yang berkelanjutan.
Adapun studi ini melibatkan 32 atlet pesepeda laki-laki dan perempuan, baik yang professional maupun amatir.
Meski begitu, Anda perlu mempertimbangkan kandungan gula dalam susu cokelat. Apalagi kita dan anak-anak usia sekolah memiliki otot yang berbeda dan sistem metabolisme berbeda dari para atlet. Juga perlu diingat, terlalu banyak gula bisa menyebabkan obesitas, seperti halnya minuman bersoda.
“Kami memang belum memahami persis mekanisme apa yang menyebabkan susu rendah lemak coklat untuk memberikan manfaat besar bagi atlet,” aku Ivy. Namun, lanjutnya, tapi ada sesuatu dalam protein alami dan campuran karbohidrat pada susu yang menawarkan manfaat yang signifikan.” (Pri/OL-06)

Ada juga informasi dari http://bachelora.com/health/2012-07-19/pilih-mana-susu-putih-atau-susu-coklat

Meski warnanya berbeda, namun untuk soal rasa, susu coklat ataupun putih sama nikmatnya. Lantas bagimana dengan kandungannya? Mana yang lebih tinggi nilai gizinya? Jika selama ini masih banyak yang menanggap bahwa susu putih lebih sehat dibanding susu coklat, atau rasa lainnya seperti strawberry, vanilla, sebenarnya , tidaklah demikian. Susu putih dan susu coklat memiliki kandungan gizi yang sama, hanya saja dalam susu coklat ditambahkan rasa, dan memiliki kandungan gula lebih banyak. Begitu juga dengan rasa lainnya seperti vanilla ataupun strawberry.

Hal ini disampaikan dokter ahli gizi dari Rumah Sakit Pusat Pertamina (RSPP) Jakarta yaitu dr. Titi Sekarindah, Sp GK, “ Sebenarnya sama saja. Tapi, susu coklat itu ada tambahan gulanya untuk satu kemasan. Katakanlah 200 cc, mungkin gulanya 1 sendok makan. Jadi, kalorinya lebih tinggi susu coklat. Tapi, kandungan gizinya sama. Cuma kalorinya karena ada tambahan gulanya itu,” jelasnya.

Masih menurut dokter Titi, bagi yang sudah kegemukan mungkin harus dikurangi susu coklatnya, minum susu putih saja dan dianjurkan yang rendah lemak. Jadi lemaknya berkurang disitu. Yang paling bagus sih non fat, skim milk yang terkadang tidak begitu enak.Yang tidak ada lemaknya sama sekali. Dengan sendirinya, kalorinya juga akan berbeda karena kalorinya berkurang. Tapi, proteinnya sama 7 gram setiap 200 cc. Untuk aturan minumnya, ia menganjurkan untuk minum susu 2 kali dalam sehari, hal ini dianjurkan untuk mencegah osteoporosis. “Sebaiknya dari kecil sampai dewasa harus minum susu, karena dia membentuk tulang kita agar menjadi lebih kuat,” ujarnya.

Di Indonesia sendiri, antara susu bubuk dan susu cair memang lebih cenderung banyak yang memilih susu bubuk. Hal ini dikarenakan culture, dimana para orang tua kerap membiasakan anak-anaknya untuk meminum susu bubuk sejak kecil.  Hal ini berbeda dengan pola yang ada di luar negeri, dimana lebih menyukai susu cair, khususnya bagi anak-anak diatas 1 tahun. Tujuannya, agar tetap menjadi fresh milk.

Dari beberapa sumber di atas, aku bersyukur sekali karena sudah menyadari manfaat dari minum susu terutama susu coklat. Dan aku berterimakasih sekali buat Mbak Fifi yang udah maksa aku buat minum susu coklat. 🙂

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s