Melupakan. .

Setelah setahun aku tidak ketemu dia, akhirnya aku ketemu dia di saat yang tidak tepat. Di mana saat aku melihat dia walaupun dengan sudut mataku dan merasakan jantungku berdetak puluhan kali lebih cepat dari biasanya, aku tahu, dia masih ada. Di sini, di sudut kecil dalam hatiku. Kadang, nafasku terasa terpaksa kuhembuskan. Aku gak mau menghirup udara yang sama dengan dia seperti setahun yang lalu. Aku takut semua hal tentang dia masuk bersama oksigen yang kuhirup dan bercampur dengan darahku. Kalau begitu, bagaimana aku bisa melupakannya?

Pertemuan itu, pertemuan yang sama sekali tidak aku rencanakan dan aku tahu. Semua seakan tertakdir untuk mempertemukanku lagi dengannya setelah sekian lama aku menghilang dan dia pun menghilang. Aku dan pacarku dan dia bersamanya. Bersama wanita yang juga aku kenal. Masih sama sejak dulu. Dan tak berubah. Mungkin aku yang terlihat berubah. Dia dan wanita itu masih terlihat kecil, kurus dan manis. Sedangkan aku, lebih seperti wanita yang berumur 25 tahun yang siap menikah.

Aku ingin menyapanya apalagi dia ada tepat di sampingku. Walaupun di sampingku juga ada pacarku. Rasanya masih ada batas antara kita. Ya, pacarku dan pacarnya. Dan batasan itu juga perasaan. Aku masih memikirkannya dan dia sudah menemukan yang dia cari. Aku berusaha menggenggam tangan pacarku lebih erat agar tidak jatuh. Iya, aku takut hatiku yang semula membaik menjadi hancur lagi dan jatuh berkeping-keping.

Rasanya aneh. Bertemu dia secara nyata, duduk bersebelahan tapi sedikitpun kita tidak berkata-kata seakan aku tidak pernah mengenalnya. Aku yang dulu mencintainya kini harus berpura-pura semua tidak pernah ada. Tapi aku tahu, rasa itu ada. Bahkan mungkin masih ada walaupun sedikit. Haruskah aku berdoa agar dia tidak bersama wanita itu lagi? Kalaupun akhirnya dia berpisah, aku harus bagaimana? Haruskah aku mengkhianati cinta kekasihku sekarang ataukah kulepaskan dia yang begitu aku cinta?

Aku kini belajar. Cintaku hanya sebatas kagum saja. Aku tidak yakin habiskan waktu bersama dia dan dia mengerti aku. Tapi aku juga tidak bisa menipu hati, kalau suatu hari dia datang kepadaku dan meminta sudut hatiku, aku akan mengembalikan kepadanya. Selamanya rasa itu masih dan masih ada.. Apakah kau juga sama merasakannya Nyonyo? Aku cuma bisa mendoakan agar kamu bahagia walaupun itu artinya bukan dengan aku. Dan aku juga akan lebih bahagia lagi walaupun itu artinya aku tidak bersama kamu.. 🙂

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s