SaaT HuJAn. .

Sepulang sekolah kemarin, di tengah derasnya hujan, aku berkata-kata dalam hati.. Sebuah keresahan yang aku rasakan, yang aku tak tahu harus bagaimana lagi. Mungkin aku hanya bisa berpasrah menerima semua kenyataan. Aku sudah menghimpun berjuta kata dalam angan. Kurangkai sebegitu indahnya. Ketika ingin kupersembahkan untuknya, angin menghempaskannya menjadi debu-debu yang bertaburan dimana-mana. Dan aku hanya bisa menyapa sang hujan. Dan menangis di tengah berisiknya tetesan air hujan.

Tentang Hujan

Apa yang kau dengar dari suara hujan yang mendesah itu..
Kepiluan, keheningan..
Kesunyian, keresahan..
Di balik kepiluan kusebut namamu
Di balik keheningan kulihat bayanganmu
Di balik kesunyian kutitip rinduku
Di balik keresahan menyesakkan dada kuterpa bayanganmu
namun menjauh..

Seolah hidup harus hidup
kau yang jauh semakin jauh saja
seakan hanya bayang-bayang di bawah pohon teduh
Kau hilang dari pandangan
tapi pula tak mati seperti mimpi
adakah yang kutungggu selalu
meskipun hari-hari terus berlalu?

Kutitip rinduku
Namun luluh sayatan wajahmu menjelma
Di celah rindu yang berderai
Rindu yang mengepal, menggumpal
Rindu yang mengental, terpental
Bersama desah hujan jiwaku bersamamu..

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s