KeJuJurAn???

Hari ini ada peristiwa yang menurut aku sih ‘luar biasa’ di sekolah yaitu pemeriksaan handphone pada saaat USEK (Ujian Sekolah). Yang bikin heboh itu, hampir semua anak di kelasku handphonenya kena semua. Tapi aku nggak kug soalnya handphoneku selalu aku taruh tas. Jadi selamat deeh!
Yaahh.. dari situ bisa diambil kesimpulan lha kalo ternyata banyak anak yang ‘rela’ jadi anak yang gag jujur biar dapat nilai bagus. Hmm.. Siapa siih yang gag mau dapat nilai bagus itu? Aku juga pasti mau lha! Tapi kalau dengan cara yang gag fair kayak gitu rasanya mending aku milih dapat nilai yang sesuai dengan kemampuanku aja deh..

Oke lhaa.. Maybe aku kayak orang yang munafik, tapi gag kug! Aku bener-bener milih dapat nilai apa adanya daripada aku harus membodohi diriku sendiri dengan bilang kalau itu semua hasil perjuanganku. Heii.. Mana harga diriku yang dengan bangganya mengakui nilai hasil ‘gotong royong’ itu sebagai nilaiku sendiri? Mungkin dengan ini juga aku harus bersabar yaah..

Gimana gag sabar siih, kawan? Aku belajar tengah malem sampe nahan ngantuk tapi hasil yang aku dapat masih kalah sama yang gag belajar dan enak nunggu jawaban. Helooo… Ke mana siih yang namanya keadilan itu? Aku sebenernya bisa aja niru dengan gituan tapiii.. apa itu yang dicari? Apa cuma hasila aja yang terpenting di muka bumi ini? Apa proses itu gag penting lagi?
Huuaaahh.. Gag tau lhaa..

Maybe aku cuma anak yang punya kepribadian jujur kali yah.. Sampe-sampe ngerasa kalau perbuatan kayak gitu gag level banget buat mahkluk berpendidikan kayak aku gini. Hmm.. tapi aku ngaku juga siih kalau udah terpaksa banget, misalnya aku gag belajar sama sekali, baru deeh aku nyontek kayak gitu. Tapi selama aku masih dan masih bisa belajar, aku gag akan pernah nyontek, apalagi smsan gitu.

Yang mengharukan itu pas aku cerita ke ayahku soal kejadian ini. Ayahku bilang gini, (udah ditranslate ke bahasa Indonesia).. heheheee
“Ternyata kamu masih bisa memegang kepercayaan ayah. Ayah selalu ngasih semua dengan satu syarat, kamu harus bisa tanggung jawab setelah kamu mendapatkan itu. Dan ternyata kamu masih bisa ngejaga handphonemu dari hal-hal yang dilakukan seorang pecundang. Ayah gag pernah maksa kamu jadi peringkat pertama atau nialai terbaik. Tapi ayah selalu maksa kamu buat ngelakuin segalanya dengan yang terbaik yang kamu bisa. Ayah pengen lihat kamu pinter. Bukan pinter dalam pelajaran yang terpenting, tapi pinter menghadapi kenyataan hidup. Ayah pengen kamu pinter menilai situasi, pinter mengambil sikap dan yang paling penting pintar mengatur diri sendiri. Ayah percaya sama kamu..”

Aku jadi takut dengar kata-kata ayahku tadi. Aku rasa tanggung jawabku semakin berat dan berat. Apa aku bisa? Apa aku yang dengan keadaan seperti ini bisa ngebuat ayahku bangga denganku? Apa aku ini pantas mendapatkan semua pujian dari ayah, ibu dan keluargaku? Apa aku pantas menjadi contoh adik-adikku? Aku yang seperti ini, apa aku pantas….
Aku selalu mencoba semuanya yang aku bisa tapi kadang semua tak seperti yang aku harapkan. Itulah hidup! Tapi kenapa orang-orang tidak pernah melihat usahaku yang sebegitu besarnya dan hanya menilai dari hasilnya saja.. Mungkin benar, hasil adalah tolak ukur apa kita sudah benar atao bisa melakukan suatu hal. Tapi apa ilmuan dahulu juga tidak pernah gagal? Apa kalimat ‘kegagalan adalah kesuksesan yang tertunda’ itu sudah tak berlaku lagi di masa ini? Karena yang dilihat orang adalah hasil yang bagus, entah darimana asalnya. APA ITU ADIL BUATKU?

Aku tahu, hidup ini kadang gag adil sama sekali tapi aku gag akan nyerah begitu aja dengan mereka yang ngerebut hakku. Ngerebut semua pujian yang harusnya untuk semua usahaku selama ini. Aku gag akan nyerah sampai saat itu tiba. Walaupun saat itu adalah detik terakhir hari kiamat. Karena aku tahu, Allah itu Maha Adil.. Dan aku akan menjadi sebatang pohon dengan akar yang semakin hari semakin kuat hingga ditiup angin sekencang apapun tidak akan tumbang. Aku akan menjadi pohon itu..

Iklan

One thought on “KeJuJurAn???

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s