aPa AdaNya. .

Sebentar saja walau cuma sedetik.. Saat aku menyadari ada seseorang yang kucintai dan mencintaiku, aku seakan bisa bertahan dan jalani hidup ..
Aku tahu dia masih terluka dengan cintanya yang terakhir dan mungkin hatinya sudah tertutup untuk semua cewek yang ada di sekitarnya. Rasanya ironis ngelihat dia selalu memasang wajah ‘gag ingin tahu lagi dengan kamu’ jika ada seseorang yang ngebahas mantan pacarnya yang pengen banget ubungan mereka bisa kembali. Hemp! Jujur aku malah berdoa semoga hal itu gag pernah terjadi. Aku berdoa semoga dia tetap membencinya dan tak ingin kembali ke dia. Karena aku sadar orang yang dulu dicintainya terlalu perfect untuk kulampaui. Kalau saja cewek itu tak sesempurna itu.

Walaupun dia gag pernah perhatian ke aku tapi entah kenapa aku ngerasa ada sesuatu yang berbeda saat dia ngeliat aku. Mungkin aku geer tapi please God semoga itu bukan cuma kegeeranku aja. Aku ingin dia menyayangiku dan ngebuat hidupku seindah cerita-cerita di novel yang isinya cuma tentang aku dan dia. Aku gag mau dia mendekat ke cewek lain. Aku bakalan cemburu walaupun aku tahu dia bukan milikku. Tapi menyadari bahwa mantan terakhirnya sangat care ke dia sedangkan aku gag,ngebuat aku yakin mungkin harusnya aku gag berharap lebih lebih dan lebih ke dia…

Selama ini aku cuma bisa ngeliat dia dari jauh dan berharap ‘lebih’ pada saat itu dia juga sedang ngelihat aku. Tapi nyatanya itu gag terjadi. Apa yang harus aku lakuin dengan perasaan ini ‘lagi’? Dulu aku udah rasain dengan sahabatnya yang juga gag peduli denganku, sekarang dia yang gag peduli. Apa aku nggak layak untuk jadi seseorang yang dipeduliin? Kalau emang iya, betapa menderitanya hidupku ini.
Aku cuma mau dia ngeliat aku! Hanya aku!

Sakit rasanya saat ngeliat dia lebih perhatian dengan cewek lain, ketawa dengan mereka. Sedangkan aku yang disini berharap bisa bertukar temapt dengan cewek itu walaupun cuma lima menit. Lima menit itu waktu yang banyak untuk bisa membuat dia tertawa. Karena selama ini dia yang sering ngebuat aku ketawa walaupun maksudnya bukan buatku. Dia gag perlu jadi sempurna untuk kusayangi. Karena dia adalah dia. Aku suka dia apa adanya. Tapi apakah dia bisa seperti aku yang suka dia apa adanya?

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s