mElUKis HaTi

Sudah berhasilkah engkau menyentuh langit,atau tertinggal di belakang karena takut mencoba?
Sudah berhasilkah engkau mempelajari sesuatu yang baru, atau seperti biasa masih ragu-ragu?
Sudah berhasilkah engkau menguji kesabaranmu, atau malah berucap aku malu?
Sudah berhasilkah engkau menyelesaikan segalanya, atau malah membuang waktu menoleh ke belakang?
Sudah berhasilkah engkau memperluas wawasanmu?
Sudah berhasilkah engkau menyanyangi,berbagi, serta menolong orang lain dengan perbuatan dan keberanian?
Sudah berhasilkah engkau berharap yang terbaik, atau malah menyerah dalam usahamu itu?
Sudah berhasilkah engkau mendapatkan tempat yang kau impikan, disini,sekarang,saat ini dan di tempat ini?
Sudah berhasilkah engkau mencapai keberhasilan, atau dengan menyedihkan, sekali lagi mencari aman?

Pertanyaan di atas mungkin pertanyaan yang sering ada dalam benak kita.Apabila ada yang menjawab belum. Aku ingin merubah semua,aku ingin melukis hatiku dengan warna yang ada tapi belum aku goreskan dalam kehidupanku.Caranya ada di bawah ini dan semoga yang semua yang membaca dapat mencobanya untuk menambah warna dalam lukisan kehidupan..

Hormati mereka, Hormati Kita
Pernahkah kita berpikir buat apa selama ini kita sering mempersalahkan siapa yang lebih kaya, lebih cantik,lebih pintar dan berbagai ukuran ‘lebih’ lainnya? Karena kita semua sama daripada sibuk merasa minder melihat kelebihan orang lain atau pontang-pantig menyombongkan kelebihan diri kita kepada mereka yang kurang beruntung, lebih baik kita berkaca pada warna abu-abu yang menjadi simbol rasa hormat, dan mulai menghormati diri sendiri dengan menghormati orang lain.

Kenapa Harus Bohong?
Kesucian warna putih, mengajarkan kita buat menampilkan diri kita apa adanya.Toh,sepandai-pandainya kita berbohong,Tuhan pasti tahu.Kita harus percaya pada kekuatan diri sendiri supaya orang lain juga bisa menghargai diri kita apa adanya.

Dijaga dong…
Elegannya si hitam mencerminkan kesopanan yang pada akhirnya bisa membuat orang lain kagum pada kita. Ingin jadi orang seperti itu? Mulai dari sekarang yukkk… dengan ‘menjaga’ mulut kita. Seperti kata pepatah, ‘mulutmu adalah harimuamu’. Apa yang kita ucapkan bisa merugikan diri kita sendiri lho. Jangan lupa bahwa orang lain sering menilai kita berdasarkan apa yang kita ucapkan. Nah, kalau semua ucapan kita isinya cuma kalimat kotor atau menyakitkan? Tentunya jangan berharap orang lain akan menghargai kita kan?

Siapa takut…
Semangat pemberani yang dilambangkan dengan warna merah adalah keberanian kita untuk tetap kuat menghadapi godaan di saat teman-teman yang lainnya bersikap sebaliknya. Seperti apa yang diucapkan oleh Soe Hik Gie,” lebih baik diasingkan daripada menyerah pada kemunafikan”. Maksudnya kita harus mempercayai apa yang kita yakini walaupun orang lain tidak menganggap hal itu. Misalnya, kita suka banget nonton film indie tapi teman kita bilang ‘iihhh, nggak banget’. Kita harus tetap percaya apa yang kita sukai itu yang terbaik buat kita tidak peduli dengan pendapat orang lain asalkan kita tahu apa yang kita pilih dapat membawa kebaikan buat diri kita.
Dan keberanian kita untuk menghadapi pertengkaran dengan sebuah kata maaf. Minta maaf memang susah banget buat dilakuin.Apalagi kalau sebenarnya yang salh bukan kita.

Nggak Perlu Emosi
Latihan menjaga ledakan emosi saat berpuasa, tentunya sayang kalau harus berakhir di hari Lebaran saja. Jaga biru-nya ketenangan hati kamu karena mengontrol emosi itu penting banget. Akan menjadi poin plus kalau kita lakukan sehari-hari karena membuat kita menjdi orang yang lebih sabar.

Bersyukurlah..
Warna hijau mencerminkan rasa syukur kita kan segala anugerahNya. Kita dapat minum segelas air putih sehrusnya sudah cukup membuat kita berterima kasih kepada Tuhan, apalagi bila kita diberi rejekidan kebahagiaan yang berlimpah. Kita berusaha terus bersyukur misalnya dengan sholat 5 waktu dan membagi rezeki yang sudah didapatkan kepada mereka yang kurang beruntung.

Serba Positif.
Cerahnya warna kuning mengajarkan kita untuk selalu bahagia. Bahkan dalam menghadapi masalah yang sangat sulit banget. Kita harus yakin bahwa pasti ada hikmah dari setiap kejadian yang kiat alami. Jadi buat apa kita manyun terus dan memenuhi hati dengan rasa minder, takut apalagi benci? Hadapi lembaran baru dengan hati lapang, pikiran positif dan senyum ceria yang bisa bikin hidup jadi lebih ‘hidup’.

Cinta Semua.
Hangatnya nuasa orage, mengingatkan kita pada kehangatan berada di tengah keluarga dan teman-teman terdekat.Ungkapkan rasa cinta kita kepada mereka sebelum terlambat? Tidak perlu memberi kado mewah atau ungkapan kasih sayang yang berlebihan. Sebuah pelukan hangat, senyuman manis dan mendengarkan curhatannya bisa jadi cara kita menunjukkan rasa sayang kita.

Kreatif juga..
Hidup ini cuma sekali dan waktu yang sudah lewat tidak akn terulang sedetik pun. Jdi titru warna ungu yag melambangkan semangat dan kreativitas. Berbagai ide kreatif yang ada di kepala kita, kenapa tidak dituangkan menjadi sesuatu yang menghasilkan? Misalya, mengembangkan bakat menulis, aktif berorganisasi di sekolah,memiliki bakat presenter,dan mengasah bakat yang lainnya biar bisa meraih berbagai prestasi yang lainnya.

Yuukk kita mulai sekarang..!!! Agar suatu hari saat kita menemukan lagi pertanyaan seperti di atas, kita bisa menjawab dengan kata ‘IYA, AKU BERHASIL!’. Dan kita tanpa sadar sudah membuat lukisan hati yang penuh dengan warna-warni yang disebut kehidupan.

Iklan

2 thoughts on “mElUKis HaTi

  1. Ping-balik: Ruang Hati « حَنِيفًا

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s