Please.. LIsten

Listen, I’m alone at a crossroad/I’m not at home, in my own home/And I tried and tried/To say whats on my mind/You should have know/

Listennya Beyonce kayaknya cocok banget ngegambarin apa yang mungkin sejuta orang di belahan dunia yang ingin banget ngutarain isi hati. Susah memang mendengarkan orang lain, karena kita hidup juga untuk didengar. Banyak yang selalu ingin didengarkan tanpa mau mendengarkan. Ada juga yang sudah mendengarkan tapi hanya menganggapnya angin semilir aja. Nyesek banget kan?

Padahal ada juga orang yang butuh banget buat didengar. Mungkin memang selama ini dia jarang bicara tapi  yang namanya manusia pasti ingin dianggap. Dianggap disini adalah diakui keberadaannya. Kadang kita sering melihat ada perbedaan antara orang yang dibilang ‘cupu’ dengan ‘populer’. Berbedaan terletak pada kata PENGAKUAN.Orang populer mendapatkan banyak pengakuan dari orang lain karena itu mereka ada dan terlihat mata. Sedangkan yang masuk kategori ‘cupu’ adalah kebalikannya,mereka kurang mendapatkan pengakuan dan seakan-akan mereka tidak ada. Alasannya banyak,ada yang memang nggak ingin diakui ada juga yang tidak punya kesempatan untuk membuat orang lain mengakui keberadaannya.

Kebanyakan orang hanya mau mendengarkan seseorang yang dianggapnya penting atau berguna. Tapi persepsi penting dan nggak penting itu berbeda tiap orang. Makanya, kasihan banget kan jiwa-jiwa merana  yang sebenarnya ingin didengarkan tapi malah dicuekin karena dia masuk ke daftar ‘orang nggak penting buat didengerin’. Yang harus garis bawahi adalah orang akan merasa senang bila didengarkan. Mungkin dia ingin mengurangi beban hidupnya atau malah dia memiliki cerita yang kita belum tahu. Rugi banget kan?

Kalau memang kita nggak ingin ngomong dengannya, mungkin kita punya urusan lain, tolong jangan hindari dia atau yang lebih parah malah mengacuhkannya. Bilang saja kalau dia bisa cerita di lain waktu. Hal itu bisa membuatnya memiliki semangat bahwa masih ada orang lain yang menganggap dia.

Sering kita membaca cerita tentang anak yang berusaha bunuh diri karena depresi. Mungkin di cerita sebelumnya anak itu memiliki masalah besar yang nggak bisa ditanggungnya sendiri dan tak ada seorang pun yang mau mendengarkan masalahnya berbagi kebahagiaan dengannya. Lama-lama anak itu lelah dan menganggap tidak ada yang peduli padanya dan memutuskan untuk mengakhiri hidupnya yang sakit dan sendiri itu.

Jujur ini adalah cerita nyata dari temanku sendiri. Dan aku sangat menyesal saat itu tidak bisa menemani dia di masa-masa sulitnya dan akhirnya dia pergi untuk selamanya. Dari sini aku tidak mau kejadian yang sama terulang untuk orang lain. Karena itu.. please cobalah dengarkan seseorang yang ingin didengarkan. Percayalah kalau dengan meminjamkan telingamu sebentar ke orang lain, mungkin beban hidupnya akan berkurang. True friends always stab in the front.

Iklan

7 thoughts on “Please.. LIsten

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s