A PoEm wHeN I wAnT tO cRy

hujan

Seakan-akan masih abadi, gerimis di lembah sore hari

Setelah hinggap di antara lalu lalang julang pohon yang tertinggal

Hembusan angin itu menyapu kebahagiaanku

Sakit bagai terpanah…

Duka melanda jiwa yang terselimuti lara

Dalam sekejap mata senyuman itu hancur

Perisai keteguhan terbelah air mata

Dan panji-panjiku terkoyak meski dengan kelembutan

Langkahku dituntun seuntas harapan

Terhenti oleh rantai kenyataan

Dan pasir waktu terus memutarku

Haruskah aku masih terpaku dan tersedu…

Iklan

3 thoughts on “A PoEm wHeN I wAnT tO cRy

  1. puisinya bagus, tapi aku ga mudeng mbak
    :mrgreen:

    kalo bisa jangan terpaku deh…
    beneran sakit…hihihihihi

    menarilah dan terus tertawa, walau dunia tak seindah surga
    *maap, numpang ngamen 😀

    hehehe.. musisi yagh..??

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s